KETUA Ikatan Dokter Indonesia, Dr. Daeng M. Faqih angkat bicara mengenai program wisata kesehatan di Indonesia. Ia menilai ada hal yang harus diperhatikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno.
Ia memberikan gambaran beberapa negara yang sudah lebih dulu menerapkan program ini seperti halnya Singapura. Berangkat dari situ, Faqih menyebut bahwa Indonesia sebenanrya mampu menerapkan program ini, namun masih ada beberapa kekurangan yang harus diperhatikan.
“Yang kami kalah hanya dalam pengemasan, dalam branding, dalam marketing. Oleh karena itu, kita datang ke Pak Sandi. Kalau kita branding melakukan marketing, orang-orang kesehatan tidak mampu karena kami mampunya hanya bicara tentang akses,” kata Faqih saat press conference di RS Siloam Hospitals Lippo Village, Tangerang, Sabtu, 14 Agustus 2021 kemarin.
Namun, dirinya meyakini bahwa rencana penerapan wisata kesehatan di Indonesia ini bisa terlaksana apabila semua pihak saling bahu membahu untuk hal ini.
Baca juga: Gaungkan Wisata Kesehatan, Sandiaga: Tetap Sehat agar Bisa Berwisata
(Foto: MPI/Nandha Aprilia)
“Sehingga seluruh komponen bangsa yang sudah diramu secara baik, Kementerian Kesehatan kemudian Kementerian Pariwisata, sudah lama sekali berdiskusi masalah ini kemudian dibantu stake holder yang lain sampai ke Pak Menko, dan dibantu kawan-kawan DPR,” terang Faqih.
Hal lainnya yang bisa diperoleh dari penerapan wisata kesehatan di Indonesia kata dia, ialah meningkatkan devisa negara. Namun, kembali lagi yang harus diperhatikan ialah bersatu padu terutama dalam mempromosikannya.
“Ini kita menyatukan kekuatan, karena ini kepentingan nasional menyangkut devisa negara. Saya kira kalau kita rajin melakukan marketing dan sosialisasi, kami sangat yakin Insya Allah akan lebih baik. Karena kehadiran kita rata-rata sama, teknologi yang kita miliki sama,” tutupnya.
(put)

You must be logged in to post a comment Login