JAKARTA – Suhu di Makkah pada pelaksanaan wukuf diperkirakan mencapai 45-50 derajat celcius. Saat ini, umat muslim yang sedang melaksanakan melaksanakan ibadah haji saat ini sedang dalam puncak pelaksanaan ibadah haji, yaitu wukuf.
Kondisi cuaca yang cukup ekstrem itu bisa berdampak kepada jamaah haji Indonesia. Misalnya, faktor kelelahan juga menjadi salah satu penyebab meningkatnya angka kematian jamaah haji Indonesia saat pelaksanaan rangkaian ibadah haji.
Menurut Ketua DPP Bidang Keagamaan Partai Perindo Abdul Khaliq Ahmad, setelah wukuf para jamaah mengalami kelelahan yang luar biasa.
Hal itu karena mobilitas jamaah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina serta ke Masjidil Haram berjalan kaki di tengah suhu ekstrem Makkah dan berdesak-desakan dengan jamaah dari negara lain.
Untuk itu, Abdul Khaliq Ahmad –yang merupakan Bacaleg DPR RI dari Partai Perindo Dapil Jawa Barat II (Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat) itu– memberikan beberapa tips untuk menghindari kelelahan dan dehidrasi.
Pertama, Khaliq mengimbau tamu Allah untuk mengenakan pakaian yang sejuk, ringan, dan tidak ketat. Hal itu bertujuan agar tubuh dapat mengeluarkan panas.
Kedua, hindari kontak langsung dengan matahari dengan mengurangi aktivitas yang tidak penting di luar ruangan. Jika ada keperluan keluar ruangan, gunakan payung dan baju lengan panjang serta beralas kaki saat akan berjalan kaki.
“Ketiga, banyak minum air putih meskipun tidak haus untung mencegah tenggorokan kering dan dehidrasi,” kata Khaliq, Rabu (28/6/2023).
Keempat, hindari mengkonsumsi makanan dan cairan yang terlalu dingin karena akan menyebabkan kram perut.
Follow Berita e-Kompas.ID di Google News
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis e-Kompas.ID.com tidak terlibat dalam materi konten ini.


You must be logged in to post a comment Login