Tak Terima Istrinya Dipukul, Suami Bunuh Pelaku dengan 7 Tikaman : e-Kompas.ID News - e-Kompas.ID
Connect with us

Headline

Tak Terima Istrinya Dipukul, Suami Bunuh Pelaku dengan 7 Tikaman : e-Kompas.ID News



BITUNG – Darmawan Haris (36), Warga kelurahan Pateten III, Kecamatan Maesa, Kota Bitung, tewas dengan tujuh tikaman senjata tajam. Kejadian tersebut dipicu oleh sakit hati dari tersangka RS yang tidak terima istrinya dipukul oleh korban.

Kapolsek Maesa AKP Dewa Ayu Rayoka didampingi Kasi Humas Polres Bitung AKP Hermanses Katiandagho mengatakan bahwa kasus penikaman tersebut terjadi di depan King Club & Karaoke, Pusat Kota Bitung pada, Kamis 14 Oktober 2021, sekira pukul 02.30 WITA.

“Kasus ini dipicu pengaruh minuman beralkohol yang berujung aksi penganiayaan menggunakan senjata tajam. Adapun motif dari kejadian tersebut bahwa RS selaku tersangka utama merasa tidak terima perbuatan korban yang memukul istrinya,” ujar Kapolsek Maesa AKP Dewa Ayu Rayoka, Jumat (5/11/2021).

RS kemudian berhasil ditangkap oleh Tim Tarsius Presisi Polres Bitung bersama Polsek Maesa beberapa jam setelah kejadian di wilayah Madidir, Bitung. Selain RS, diamankan juga dua tersangka lainnya yaitu IS dan AS yang diduga turut melakukan penganiayaan terhadap korban.

Dari hasil rekonstruksi yang digelar sebanyak 31 adegan, pada adegan ke-21 hingga 23 terlihat jelas cara tersangka menganiaya korban menggunakan pisau miliknya. Akibat dari tikaman tersebut, korban meninggal dunia beberapa hari setelah kejadian tepatnya pada Minggu 17 Ottober 2021 malam, setelah sempat dirawat di Rumah Sakit Budi Mulia Bitung.

“Rekonstruksi kasus tersebut kita gelar menggunakan dua versi yaitu, versi keterangan tersangka serta versi keterangan saksi-saksi mata saat di lokasi kejadian,” tuturnya.

Baca Juga :

Keterangan para saksi tersebut mendapat penolakan dari tersangka IS dan AS. Menurut keduanya, keterangan saksi-saksi tersebut tidak sesuai.

“Tersangka IS dan AS menolak serta tidak mengakui keterangan dari para saksi. Meski demikian, hal itu sudah sesuai keterangan saksi-saksi mata serta fakta di lokasi kejadian,” kata AKP Dewa Ayu.

Sementara itu berdasarkan hasil otopsi pihak rumah sakit, di bagian tubuh korban terdapat tujuh luka tusukan pisau milik tersangka. Tersangka RS dijerat pasal 338 KUHP sub pasal 354 ayat (2) KUHP lebih sub pasal 351 ayat (3) KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

“Sedangkan untuk tersangka IS dan AS kita terapkan pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP sub pasal 354 ayat (2) lebih sub pasal 351 ayat (3) KUHP Jo pasal 55 dan pasal 56 KUHP, dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,” pungkas AKP Dewa Ayu.



Sumber Berita

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *