
Jakarta – Habib Rizieq Shihab melancarkan serangan ke berbagai pejabat negara dalam nota keberatan atau eksepsinya, salah satunya ke Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan.
Habib Rizieq menuding Luhut telah membohongi masyarakat terkait virus Corona. Lantas apa kata pihak Luhut?
Juru bicara Luhut, Jodi Mahardi, enggan merespons jauh terkait tudingan itu. Ketika dimintai tanggapan, dia hanya tertawa, lalu menyinggung baliho seperti Habib Rizieq Shihab.
“He-he-he…. Yang pasti, Pak Luhut nggak nyebar baliho untuk pengumpulan massa,” kata Jodi, Sabtu (27/3/2021).
Sebelumnya, Habib Rizieq membacakan nota keberatan dalam sidang di PN Jakarta Timur. Habib Rizieq menuding sejumlah pejabat pemerintahan menyebar kebohongan terkait COVID.
“Semestinya kepolisian dan kejaksaan memproses para pejabat yang selama ini sebar kebohongan tentang COVID-19 sehingga nyata-nyata menimbulkan keonaran dan kedaruratan kesehatan masyarakat. Menko Polhukam Mahfud Md membohongi masyarakat bahwa cukup dengan olahraga untuk menghadapi pandemi COVID-19,” demikian tertulis dalam eksepsi yang diterima detikcom dari kuasa hukum Rizieq seusai sidang, Jumat (26/3/2021).
“Menko Maritim Luhut membohongi masyarakat bahwa virus Corona tidak kuat dengan cuaca Indonesia,” lanjutnya.
Habib Rizieq juga mengungkit pernyataan Menko Perekonomian Airlangga Hartanto hingga Menhub Budi Karya.
“Menko Perekonomian Airlangga membohongi masyarakat bahwa Corona tidak akan masuk Indonesia. Mantan Menkes Terawan membohongi masyarakat bahwa orang sehat hadapi COVID-19 tidak perlu masker dan yang sakit pun akan sembuh sendiri sehingga tidak perlu diobati. Menhub Budi Karya membohongi masyarakat bahwa nasi kucing membuat kebal dari Corona,” ungkapnya.
Selain itu, Habib Rizieq mengatakan masih ada 37 pernyataan blunder tentang COVID-19 sebagaimana yang dikutip dari laporan LP3S. Dia lantas mempertanyakan mengapa para pejabat tak diproses hukum.
“Kenapa mereka semua tidak diproses hukum? Apa mereka kebal hukum? Apa hukum hanya berlaku bagi saya dan orang-orang yang dekat dengan saya? Diskriminasi hukum seperti ini tidak boleh dibiarkan karena akan merusak tatanan hukum dan menghancurkan sendi-sendi keadilan,” tuturnya
https://news.detik.com/berita/d-5510…from=wpm_nhl_6
Jawaban ane simple…karena ente dan gerombolan ente bak BBM yg akan selalu menyirami api2 kecil di negeri ini.
Sudah tau lagi wabah tapi kalian malah sombong dan akan berencana takblig akbar keliling Indonesia atas nama revolusi akhlak…
Terus menerus ingin mengadakan kerumunan massa berlindung dgn jubah agama.
Syukurnya Allah menegur ente dgn ente terinfeksi covid19 klo tidak akan ribuan jiwa yg akan ente buat terinfeksi covid19.
Kamu cs mu mank kudu harus di karantina sementara waktu..
Quote:
“Akhirnya saya kabarkan insyaallah setelah nanti saya istirahat beberapa hari, agar kondisi betul-betul fit saudara, saya dengan DPP pengurus FPI akan keliling Indonesia. Kita akan datangi setiap provinsi, kita ajak semua umat, dan kita akan melakukan koordinasi dan konsolidasi untuk revolusi akhlak,” ujar Habib Rizieq saat mengisi ceramah di acara Maulid Nabi Muhammad SAW, seperti dilihat di YouTube Front TV, Minggu (15/11/2020).
Dia meminta tidak ada pihak yang menghalangi rencananya ini. Dia juga meminta jemaahnya menjaga agenda keliling Indonesia ini.
“Jadi jangan coba-coba ada pihak yang menghalangi tablig akbar kami, yang menghalangi yaitu daripada konsolidasi kami, karena kali ini kami tidak akan pernah tolerir siapapun yang coba menghalangi tablig-tablig dan umat Islam,” ucapnya.
Selain menggelar tablig akbar di provinsi yang akan didatangi, Habib Rizieq mengatakan akan sowan ke sejumlah toko Islam yang ada di daerah. Pertemuan ini sekaligus menjelaskan tentang revolusi akhlak yang digagasnya.
“Kita akan keliling, kita akan sowan kepada para habaib, para ulama, para tokoh umat Islam di berbagai daerah, saudara untuk memantapkan langkah dalam rangka revolusi akhlak, karena kita tidak bisa melakukan revolusi akhlak kalau tidak mendapat dukungan para habaib, para ulama, para kyai dan umat Islam di berbagai daerah,” jelasnya.
You must be logged in to post a comment Login