JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan, pemerintah akan melakukan pengetatan pergerakan massa demi mencegah penularan Covid-19. Salah satunya dengan membatasi intensitas liburan masyarakat.
Erick Thohir mengakui, kebijakan tersebut memang tidak mengenakkan, meski begitu, langkah itu untuk mengurangi angka penyebaran Covid-19 dalam negeri.
“Yang kurang mengenakkan dari kebijakan pemerintah, ya liburan. Sekarang liburan terus dikurangi. Dan ini tidak lain untuk mengurangi perputaran masyarakat untuk bergerak,” ujar Erick, Minggu (18/4/2021).
Baca Juga: Pemprov Kepri: Varian Corona B1525 Sudah Masuk Batam
Upaya pembatasan massa yang dilakukan pemerintah memang dibarengi oleh proses vaksinasi nasional. Saat ini, total dosis vaksin Covid-19 yang telah disuntikkan mencapai 16.526.130.
Angka ini tercatat pet Jumat, 16 April 2021. Dimana, jumlah itu terdiri dari 10.796.184 dosis pada vaksinasi tahap I dan 5.819.946 dosis tahap II.
“Alhamdulilah total vaksinasi ini sudah 16 juta, di mana kurang lebih 11,526 juta vaksinasi pertama, 6 juta vaksinasi kedua. Apakah kita happy dengan situasi ini? Tidak, karena sekarang global reaction kepada saling memproteksi vaksin-vaksin ini, ya kita juga menjadi terjepit, tapi alhamdulillah kita masih punya sekarang,” katanya.


You must be logged in to post a comment Login