Lebaran tahun ini rasanya akan berbeda dengan lebaran-lebaran pada tahun sebelumnya. Bagaimana tidak, tahun ini banyak sekali orang yang tidak mudik lebaran dikarenakan berbagai faktor.
Salah satu faktor utama yang terlihat jelas tentu karena adanya virus corona. Selain berdampak terhadap ekonomi, virus corona juga membuat warga terpaksa tidak boleh mudik pada tahun ini.
Lantas sebenarnya apa saja serba serbi tidak mudik lebaran pada tahun ini? Menjawab pertanyaan tersebut, berikut Eksekutif akan menjelaskannya satu per satu.
Penyebab Orang Tidak Mudik Lebaran
Tahun ini, menjadi tahun yang berat bagi banyak orang, terutama pegawai kantor yang sedang merantau. Pasalnya, wabah virus corona yang masih berlangsung membuat mudik jadi tidak memungkinkan.
Berikut ada beberapa faktor penyebab orang-orang tidak bisa mudik lebaran pada tahun ini:
1. Adanya larangan mudik
Demi mencegah adanya penyebaran virus corona ke berbagai daerah di seluruh Indonesia, pemerintah telah memutuskan untuk memberikan larangan mudik kepada seluruh masyarakat pada tahun ini.
Dilansir dari laman Kompas, pemerintah secara resmi memberlakukan larangan mudik lebaran mulai dari tanggal 6 Mei hingga 17 Mei 2021.
Peraturan ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah.
Larangan ini berlaku bagi semua masyarakat yang melakukan perjalanan antarkota, provinsi, dan negara menggunakan moda transportasi darat, udara, maupun laut.
Namun, larangan tidak mudik lebaran ini dikecualikan untuk beberapa alasan tertentu.
Hal itu seperti kendaraan distribusi, perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka, ibu hamil yang didampingi 1 orang dan kepentingan persalinan yang didampingi maksimal 2 orang.
Bagi mereka yang diizinkan melakukan perjalanan juga harus memiliki lembaran surat izin perjalanan tertulis atau Surat Izin Keluar/Masuk (SIKM).
Adapun masyarakat yang melanggar aturan ini akan dikenakan hukuman berupa denda, sanksi sosial, kurungan, hingga pidana sesuai aturan dalam undang-undang.
2. Adanya perubahan cuti bersama lebaran
© Freepik.com
Selain larangan mudik, penyebab lainnya orang tidak mudik lebaran adalah karena adanya perubahan tanggal cuti bersama.
Dilansir dari Waktu, perubahan tanggal libur lebaran dan cuti bersama ini sudah dikeluarkan pada Februari 2021.
Hal itu tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) yang dikeluarkan Menteri Agama, Menteri Tenaga Kerja, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara.
Dalam SKB tersebut, pemerintah memutuskan untuk menghapus cuti bersama Lebaran pada 17, 18, dan 19 Mei 2021.
Selain itu, terdapat 3 hari libur nasional pada Bulan Mei 2021 yaitu, Kenaikan Isa Al Masih pada 13 Mei, Hari Raya Idulfitri 13-14 Mei, serta Hari Raya Waisak 2565 pada 26 Mei.
Sedangkan untuk libur bersama hanya 2 hari, yakni 12 Mei pada Hari Raya Idulfitri dan Hari Raya Natal pada 24 Desember.
Menurut Menteri Agama sendiri, perubahan ini dilakukan agar Indonesia bisa menghentikan penyebaran virus corona yang biasanya meledak di hari libur lebaran.
3. Menghemat uang
© Shutterstock.com
Penyebab lain orang-orang tidak mudik pada tahun ini adalah karena ingin menghemat uang di perantauan, terutama bagi anak kos dan pegawai kantor.
Mudik tentu akan menghabiskan biaya transportasi sehingga ada baiknya menahan diri untuk tidak mudik terlebih dahulu.
Di sisi lain, pegawai kantor yang masih bekerja di tengah-tengah pandemi virus corona ini tentu mengalami masa-masa yang sulit.
Bayangan pemotongan gaji, PHK, hingga krisis ekonomi menghantui benak masyarakat. Ini memaksa mereka untuk bertahan hidup di negeri asing.
Tips Merayakan Lebaran walau Tidak Mudik
Rasanya tentu sangat sedih karena tidak bisa merayakan Idulfitri bersama keluarga pada tahun ini lantaran tidak bisa mudik karena ada beberapa faktor.
Kendati demikian jangan sedih terlalu dalam. Berikut tips buat kamu yang tidak mudik supaya agar lebaran tetap nyaman:
1. Melakukan panggilan video dengan keluarga
© Freepik.com
Saat hari raya tiba dan kamu ternyata tidak mudik, salah satu cara agar tetap bisa merayakan Idulfitri adalah dengan cara melakukan panggilan video dengan keluarga.
Dengan begitu kamu bisa merasakan atmosfer Lebaran bersama keluarga walaupun hanya melalui panggilan video.
Memang akan ada perbedaan. Namun, cara ini mampu mengobati rasa rindu akan kampung halaman, sementara kamu masih berada di tanah perantauan.
2. Atur produksi
© Pixabay.com
Jika tidak mudik pada lebaran nanti, kamu bisa mengatur pengeluaran dengan lebih baik. Mudik memang kegiatan yang membahagiakan, tetapi perlu diakui jika hal itu membutuhkan biaya.
Sering kali, biaya ini tak hanya sekadar ongkos transportasi pulang-pergi. Terkadan ada juga biaya lain seperti membagikan uang kepada keponakan, membeli oleh-oleh, hingga liburan bersama keluarga.
Nah, ketika tak bisa pergi ke kampung halaman, biaya yang semula kamu siapkan untuk mudik bisa dialokasikan untuk keperluan lain.
Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi dalam beberapa waktu ke depan di masa pandemi ini.
Biaya yang semula kamu gunakan untuk keperluan mudik, bisa disimpan untuk dana darurat seandainya terjadi hal terburuk.
Tak hanya itu, dana tersebut juga bisa kamu simpan untuk mudik di kemudian hari ketika masa darurat usai.
Dengan begitu, rindumu pada keluarga bisa terbayarkan dengan lebih aman dan nyaman.
Itu dia penyebab-penyebab orang tidak mudik saat lebaran serta bagaimana tips menghadapi Idulfitri saat tidak mudik lebaran.
Dengan adanya larangan mudik ini, kira-kira, apa yang akan kamu lakukan selama hari lebaran? Yuk, bagikan ceritamu di Eksekutif Komunitas.
Di kanal Covid-19, banyak profesional dan sesama pengguna Eksekutif yang ingin mendengar kisahmu.
Tunggu apa lagi? Yuk, gabung di Eksekutif Komunitas sekarang. Gratis!
You must be logged in to post a comment Login