Tindakan Danu Kuras Bak Mandi Bercampur Darah Pembunuhan Subang Gegabah! : e-Kompas.ID News - e-Kompas.ID
Connect with us

Headline

Tindakan Danu Kuras Bak Mandi Bercampur Darah Pembunuhan Subang Gegabah! : e-Kompas.ID News



BANDUNG – Saksi pembunuhan warga Subang, Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu, Muhammad Ramdanu alias Danu (21), diketahui menguras bak mandi di tempat kejadian perkara (TKP), sehari setelah peristiwa pembunuhan sadis itu terjadi.

(Baca juga: Terungkap! Temuan Baru Mengarah Senjata Pelaku untuk Membunuh Tuti dan Amalia)

Danu menguras bak mandi berdasarkan perintah seseorang yang belakangan diketahui sebagai petugas bantuan polisi (banpol). Saat itu, dia mendampingi banpol masuk ke TKP. Usai masuk ke dalam TKP, Danu pun menuruti keinginan orang yang tak dikenalnya itu untuk menguras bak mandi.

Kriminolog Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung, Agustinus Pohan menyoroti tindakan Danu tersebut. Menurutnya, TKP atau lokasi sebuah peristiwa tindak pidana seharusnya tidak boleh dirusak atau dilakukan pengubahan apapun.

(Baca juga: Temukan Bukti Baru yang Tertinggal di Kuku Amalia, Misteri Pembunuhan Subang Semakin Terang)

“Berita di media ada pihak yang memerintahkan supaya membersihkan kamar mandi di TKP. Itu barangkali satu informasi yang perlu pendalaman, kenapa diperlukan? kenapa perintah itu datang? dan katanya itu dari banpol,” ujar Agustinus, Selasa (2/1/2021).

Menurutnya, jika benar orang yang memerintahkan adalah banpol, seharusnya orang itu paham bahwa TKP tidak boleh dimasuki orang lain selain penyidik kepolisian.

“Banpol harusnya paham kalau TKP tidak boleh dilakukan perubahan. Kalau ini sampai ada perubahan, arahnya belum tentu juga pada pengungkapan,” jelasnya.

Bahkan, langkah Danu membersihkan bak mandi berisi air bercampur darah itu bisa menyesatkan penyidik dalam mengungkap kasus pembunuhan itu. Pasalnya, TKP merupakan sumber informasi bagi penyidik dalam melakukan pengungkapan tindak pidana.

“TKP itulah yang bisa memberikan informasi apa yang sebenarnya terjadi, kalau TKP rusak bisa menyesatkan penyidikan dan itu berbahaya. Bisa mengarah kepada pihak yang tidak bersalah,” katanya.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Erdi Adrimulan Chaniago mengatakan, pihaknya tidak akan mengenyampingkan keterangan Danu yang menguras bak mandi di TKP pembunuhan berdasarkan perintah seseorang yang diketahui sebagai banpol.

“Keterangan itu tidak akan kita kesampingkan, silakan saja yang bersangkutan (Danu) menyampaikan, tetapi kita tetap berpedoman pada hasil penyelidikan dan kita fokus dalam pembuktian yang dicari dan didapatkan penyidik,” tegas Erdi.

Erdi mengatakan, penyidik tidak akan gegabah dalam menentukan petunjuk maupun bukti yang disampaikan saksi dalam keterangannya. Selain itu, penyidik hanya akan berpatokan pada fakta di lapangan, penyidikan, dan pemeriksaan berdasarkan fakta di lapangan.

“Penyidik dan penyelidik sudah terlatih dalam mengolah TKP, termasuk cara menemukan bukti dan petunjuk yang mengarah kepada pelaku pembunuhan,” pungkasnya.



Sumber Berita

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *