Usia 6-11 Tahun Boleh Vaksin, Begini 4 Tips Mempersiapkan Anak untuk Disuntik : e-Kompas.ID Lifestyle - e-Kompas.ID
Connect with us

Headline

Usia 6-11 Tahun Boleh Vaksin, Begini 4 Tips Mempersiapkan Anak untuk Disuntik : e-Kompas.ID Lifestyle



BADAN Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan persetujuan penggunaan vaksin Sinovac untuk anak-anak. Anak-anak yang bisa menggunakan vaksin buatan China tersebut adalah anak dengan rentang usia 6-11 tahun.

Hal ini pun membuat cakupan vaksin semakin luas, setelah sebelumnya vaksin Sinovac bisa digunakan untuk anak 12 sampai 17 tahun. Kini, vaksin Sinovac pun bisa digunakan untuk vaksinasi anak untuk usia 6 sampai dengan 17 tahun.

Seiring sudah bisanya anak-anak menerima vaksin Covid-19, banyak orang tua yang bersemangat dan tak sabar anaknya bisa divaksin. Mengingat kegiatan pembelajaran tatap muka di sekolah juga sudah dimulai.

Tapi di satu sisi, momen vaksinasi Covid-19 ini bisa jadi momen menegangkan bagi anak-anak, terlebih lagi bagi anak-anak yang takut akan jarum suntik dan jarum atau trypanophobia yang mayoritas dimiliki oleh anak-anak. Apa yang bisa dilakukan orang tua untuk menenangkan anak agar vaksinasi bisa berjalan lancar? Mewarta NBC News, Rabu (3/11/2021) berikut empat saran rekomendasi dari psikolog dan dokter anak.

Siapkan anak

Sebelum bawa anak ke lokasi vaksinasi Covid-19 beri tahu anak dengan lembut bahwa mereka akan disuntik. Psikolog Mary Alvord menyarankan hal ini, tujuannya agar membangun kepercayaan pada anak. Orang tua perlu menyemangati anak agar berani dan mau menghadapi ketakutannya tersebut. Beri tahu anak bahwa saat vaksin, anak akan bertemu dengan orang yang baik.

Jelang proses vaksinasi, bersama dengan anak Anda bisa melatih pernapasan bersama atau sekedar bersenda gurau agar membuat anak jadi rileks. “Perlu dikatakan kepada anak-anak bahwa tidak ada yang suka disuntik. Memang terasa sedikit tidak nyaman, tetapi ada begitu banyak manfaatnya,” ujar Mary.

Koordinasikan dengan dokter anak

Jika khawatir anak akan panik saat merasakan sakit, dokter anak, psikoterapis dan profesor klinis pediatri, Dr. David Becker, menyarankan orang tua bisa menghubungi dokter anak terlebih dahulu untuk menanyakan tentang krim untuk pereda rasa sakit yang akan menumpulkan sensasi jarum di kulit.

“Yang pasti jangan menahan anak untuk prosedur medis apa pun yang bertentangan dengan keinginan mereka, karena memaksa ini hanya akan membuat anak trauma dan membuat takut untuk interaksi dengan dokter di waktu berikutnya,” uja dokter David.

Agar anak tidak panik, orang tua bisa menggendong, memeluk, atau memangku anak. Jangan salah, terkadang memeluk saja sudah cukup untuk membuat anak merasa nyaman loh!

Alihkan perhatian

Menit-menit menjelang momen penyuntikan saat dokter atau perawat menyiapkan vaksin mungkin merupakan momen yang paling menimbulkan kecemasan bagi anak kecil. Akibatnya, otot jadi tegang dan malah membuat proses menyuntik jadi lebih sakit. Maka dari itu, penting untuk membuat anak tenang dan rileks.

Mary menyarankan, agar otot anak tak tegang, orang tua bisa melakukan latihan menenangkan bersama yang berfokus pada pernapasan. Selain itu, bisa juga mendistraksi anak dengan memutar video atau buku audio favorit anak lewat tablet atau ponsel.

Pilih waktu yang tepat

Waktu ideal untuk membawa anak untuk vaksinasi adalah ketika anak sedang paling bersemangat, waktu ketika anak tidak mungkin merasa lelah atau lapar. Setelah selesai vaksin, usahakan rayakan momen tersebut dengan melakukan sesuatu yang menyenangkan.

Trik simpel dari psikolog Mary Alvord, contohnya bisa membelikan es krim untuk anak. Hal ini menandai merayakan keberanian anak. Mary menambahkan, justru selebrasi ini harus dilakukan apalagi saat anak sampai menangis bercucuran air mata demi berani divaksin Covid-19.



Sumber Berita

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *