Warisan Apollo membantu menginspirasi program Artemis – Indo-Pacific Defense Forum
[ad_1]
Staf FORUM
Sudah lebih dari 50 tahun sejak astronaut pertama kalinya mengunjungi bulan. Misi pada tahun 1972 itu, Apollo 17, mengakhiri “perlombaan ruang angkasa” yang dimenangkan oleh Amerika Serikat atas Uni Soviet pada tanggal 20 Juli 1969, ketika dua astronaut Apollo 11 menjejakkan kaki di lanskap bulan yang tandus.
Program Artemis yang sedang berlangsung itu, yang mencakup lima misi mengelilingi dan pendaratan ke bulan, bukanlah ulangan dari pencapaian di masa Perang Dingin. Program itu bertujuan untuk memajukan penerbangan ruang angkasa manusia dan, lebih khusus lagi, menemukan es di dekat kutub selatan bulan untuk memperluas eksplorasi ruang angkasa, mempelajari lebih lanjut tentang tata surya, dan meningkatkan pengetahuan untuk memungkinkan misi berawak ke Mars, demikian yang dilaporkan surat kabar The Washington Post pada Januari 2023. Pelaksanaan Artemis juga sangat penting untuk memastikan sekutu dan mitra A.S. serta NASA mempertahankan dominasi ruang angkasa, tempat berbagai negara semakin meningkatkan upaya untuk memperoleh keunggulan teknis dan militer. “Bagi Apollo, bulan merupakan lokasi tujuannya. Tapi bagi Artemis, itu hanyalah langkah pertama,” tulis majalah Foreign Policy pada Maret 2023.
Banyak negara dan perusahaan swasta sekarang melakukan operasi di sekitar bulan, sehingga menghasilkan seruan dibentuknya prinsip bersama untuk mengatur eksplorasi ruang angkasa. Dua puluh tujuh negara telah menandatangani Kesepakatan Artemis, termasuk negara-negara Indo-Pasifik yaitu Australia, India, Jepang, Selandia Baru, Singapura, Korea Selatan, dan A.S. Kesepakatan tersebut mencakup berbagai prinsip seperti eksplorasi ruang angkasa secara damai, interoperabilitas, dan transparansi.
Jepang dan A.S. pada Januari 2023 menandatangani kemitraan terpisah yang menguraikan kerangka kerja untuk eksplorasi ruang angkasa secara damai. Kemitraan itu berisi berbagai poin yang di antaranya menegaskan Traktat Luar Angkasa terkenal Perserikatan Bangsa-Bangsa tahun 1967. Pada bulan Februari, Jepang memilih dua kandidat astronaut untuk mendukung program Artemis, demikian yang dilaporkan majalah Space News.
“Kita sekarang menjalani zaman keemasan eksplorasi. Lewatlah sudah hari-hari ketika satu negara menjelajahi kosmos sendirian,” ungkap Administrator NASA Bill Nelson dalam rilis berita.
Dua lusin astronaut pergi ke bulan selama misi Apollo pada tahun 1960-an dan awal tahun 1970-an. Dua belas dari mereka berjalan di permukaan bulan. Kru Artemis akan lebih beragam daripada misi eksplorasi sebelumnya, dengan seorang perempuan, seorang Afrika-Amerika, dan seorang Kanada di antara empat astronaut yang dipilih untuk misi berikutnya, Artemis II, yang akan mengorbit bulan tanpa mendarat sebelum kembali ke Bumi. Penerbangan itu dijadwalkan diluncurkan pada tahun 2024.
Artemis I, misi tak berawak untuk menguji coba roket dan sistem lainnya, berlangsung pada November 2022. Artemis III, dijadwalkan diluncurkan pada tahun 2025 atau setelahnya, akan mengembalikan astronaut ke permukaan bulan, seperti halnya Artemis IV dan V. Semuanya akan terjadi pada dekade ini.
Misi Artemis I lepas landas di Cape Canaveral, Florida, pada November 2022. FOTO DIAMBIL DARI: REUTERS
Misi Artemis mencakup kontribusi substansial dari sektor industri swasta. SpaceX yang berkantor pusat di A.S. sedang membuat variasi wahana Starship-nya untuk mendaratkan astronaut di bulan selama Artemis III dan IV. Blue Origin, juga berkantor pusat di A.S., akan membangun wahana pendarat bulan untuk Artemis V, demikian yang dilaporkan surat kabar The New York Times pada pertengahan Mei 2023.
Pada tahun 1962, Presiden A.S. saat itu John F. Kennedy meluncurkan tantangan yang berhasil mengirimkan astronaut pertama ke bulan tujuh tahun kemudian. Komentar astronaut Apollo 11 Neil Armstrong saat keluar dari Eagle dan melangkah untuk pertama kalinya di permukaan bulan sama berkesannya hari ini seperti 54 tahun yang lalu: “Itu satu langkah kecil bagi [seorang] manusia, satu lompatan raksasa bagi umat manusia.”
Astronaut Edwin “Buzz” Aldrin berjalan di permukaan bulan pada tanggal 20 Juli 1969. Komandan Apollo 11 Neil Armstrong memotret momen bersejarah itu. FOTO DIAMBIL DARI: NASA/AFP GETTY
Kesuksesan Apollo 11 menciptakan antusiasme di seluruh dunia saat masyarakat merayakan momen penting dalam sejarah umat manusia, demikian yang dilaporkan Smithsonian Institution. Karena adanya liputan radio dan televisi hampir di seluruh dunia, museum itu memperkirakan, lebih dari separuh penduduk Bumi mengetahui pencapaian tersebut.
Presiden A.S. Joe Biden pada April 2023 menelepon empat anggota kru yang dipilih untuk melaksanakan misi Artemis II. “Dunia menunggu dengan penuh semangat ketika hal seperti ini terjadi,” ungkap Joe Biden kepada para astronaut dan keluarga mereka, demikian yang dilaporkan The New York Times. “Pekerjaan yang Anda lakukan akan menginspirasi banyak orang di berbagai penjuru negara kita dan dunia.”
You must be logged in to post a comment Login