PANDEMI memaksa kita berada di rumah saja, dan tidak mudik pada saat Lebaran ini. Akibatnya, banyak yang stay at home dan tidak banyak bergerak, karena tidak ada acara berkunjung selama masa pandemi global ini.
Ketika tidak bisa ke mana-mana, maka makan dan mengemil menjadi kompensasi yang bisa dilakukan sebagian besar masyarakat pasca-puasa Ramadan. Tak ayal, setelah puasa Ramadan berakhir terjadi gangguan kesehatan bahkan sampai mengalami kecacatan dan kematian.
Akademisi dan Praktis klinis, Ari Fahrial Syam, menjelaskan berbagai penyakit kronik umumnya cenderung akan mengalami kekambuhan setelah lebaran. Apalagi bagi mereka yang bekerja dari rumah alias Work From Home (WFH), pastinya memilih untuk menyotok makanan dan minuman praktis di kulkasnya.
Tentunya bisa saja makanan-minuman ini juga dikonsumsi oleh seseorang yang sudah mempunyai penyakit kronik, penyakitnya dapat mengalami kekambuhan.
“Pasien dengan penyakit kencing manis akan cenderung gula darahnya menjadi tidak terkontrol. Pasien dengan penyakit darah tinggi tekanan darahnya menjadi tidak terkontrol,” kata dia dalam keterangan tertulisnya.
“Pasien dengan hiperkolesterol atau asam urat tinggi maka keadaan kolesterol dan asam urat tingginya menjadi bertambah parah,” tambah dia.


You must be logged in to post a comment Login