Zara dan Okin Terciduk Ciuman, Ibunda: Tak Ada Pembenaran : e-Kompas.ID Celebrity - e-Kompas.ID
Connect with us

Headline

Zara dan Okin Terciduk Ciuman, Ibunda: Tak Ada Pembenaran : e-Kompas.ID Celebrity


JAKARTA – Ibunda Adhisty Zara, Sofia Yulinar angkat bicara soal video ciuman anaknya yang beredar bersama Niko Al Hakim (Okin).

Meski membela Zara, Sofia tak membenarkan atas sikap yang dilakukan Zara dan Okin.

“Apapun yang terjadi dia tetap anak saya, tidak ada pembenaran atas apa yang terjadi, bukan hal baik untuk ditiru,” tulis ibunda Zara, dikutip dari Insta Story-nya pada Sabtu (31/7/2021).

Baca Juga:

Soal Video Ciuman Adhisty Zara, Ibu: Bukan Hal Baik untuk Ditiru

Aldi Taher Sindir Video Ciuman Adhisty Zara: Malu Dong Lu

Adhisty Zara dan Niko Al Hakim

Sofia masih enggan berbicara banyak terkait kasus ini. Dia meminta waktu merenungkan masalah yang menyeret sang putri bersama keluarganya.

“Saya tidak akan berkomentar apapun atas semua yang terjadi. Tolong beri kami ruang dan waktu agar bisa mencerna ini dengan baik,” tuturnya.

Pernyataan Sofia menuai beragam komentar. Banyak pihak yang menyayangkan perilaku aktris Dua Garis Biru itu karena seolah tak kapok menuai kontroversi serupa.

“Dicerna dengan baik ya bu. Anaknya udah sering banget nih bikin heboh,” komentar netizen lainnya.

“Kakaknya aja udah capek apalagi emaknya. Bisa-bisanya gitu loh si Zara enggak belajar dari sebelumnya,” komentar netizen lainnya.

Seperti diketahui, video berciuman yang diduga Adhisty Zara dan Niko Al Hakim awalnya diunggah akun @cintakitkat untuk pengikut yang masuk ke kategori close friends. Namun, video itu beredar luas di media sosial pada 30 Juli 2021.

Sebelumnya, Zara juga pernah menggegerkan netizen lewat video kemseraan bersama mantan kekasihnya, Zaki Pohan. Dalam Insta Story yang sempat diunggah Zara pada 19 Agustus 2020, Zaki terang-terangan menyentuh dada sang aktris.

(aln)



Sumber Berita

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *