4 Fakta Pabrik Bahan Peledak Rp1,2 Triliun Diresmikan Jokowi : e-Kompas.ID Economy - e-Kompas.ID
Connect with us

Headline

4 Fakta Pabrik Bahan Peledak Rp1,2 Triliun Diresmikan Jokowi : e-Kompas.ID Economy

[ad_1]

JAKARTA – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pabrik amonium nitrat dengan harapan industri PT Kaltim Amonium Nitrat di Kota Bontang, Kalimantan Timur, dapat mendukung produktivitas pangan nasional

Diketahui pabrik tersebut sebagai penunjang bahan peledak senilai Rp1,2 triliun di Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim).

Berdasarkan e-Kompas.ID, Minggu (3/3/2024), terdapat 4 Fakta Pabrik Bahan Peledak Amonium Nitrat sebagai berikut:

1. Bahan baku pupuk

Menurut Jokowi, pembangunan industri amonium nitrat di dalam negeri sangat penting karena Indonesia masih mengimpor 21% bahan baku pupuk tersebut.

“Saya senang pabrik ini selesai. Nanti bisa menambah bahan baku pembuatan pupuk di Tanah Air, utamanya NPK,” kata Presiden Jokowi ketika meresmikan pabrik Kaltim Amonium Nitrat di Bontang, dikutip Minggu (3/3/2024).

2. Impor amonium nitrat.

Dengan beroperasinya pabrik tersebut, kata Jokowi Indonesia bisa mengurangi hingga 8% impor amonium nitrat.

Jokowi berharap industri amonium nitrat dengan nilai investasi Rp1,2 triliun itu turut menyokong kemandirian pangan nasional.

3. Ekspansi Bisnis

Jokowi kemudian menginstruksikan Kementerian BUMN untuk terus melakukan ekspansi bisnis agar Indonesia bisa terus melakukan substitusi barang-barang impor.

“Ini tidak hanya urusan amonium nitrat tetapi produk-produk lain yang kita masih impor. Harus semuanya bisa diproduksi di dalam negeri karena kita memiliki kekuatan untuk itu,” tuturnya.



Follow Berita e-Kompas.ID di Google News

Dapatkan berita up to date dengan semua berita terkini dari e-Kompas.ID hanya dengan satu akun di
ORION, daftar sekarang dengan
klik disini
dan nantikan kejutan menarik lainnya

4. Krisis Pangan Global

Jokowi juga menyoroti krisis pangan global, yang memicu banyak negara membatasi atau bahkan menyetop ekspor komoditas pangan.

“Sekarang ini semua negara ada 22 negara yang biasanya gampang kita beli berasnya sekarang ngerem semua, bahkan ada yang setop untuk bisa dibeli berasnya. Artinya, pangan ke depan menjadi sangat penting bagi semua negara,” ujarnya dilansir Antara.

[ad_2]

Sumber Berita

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Copyright © 2025 e-Kompas.ID