Raja Kedua Majapahit Tewas Ditusuk Abdi Dalem : e-Kompas.ID Nasional - e-Kompas.ID
Connect with us

Headline

Raja Kedua Majapahit Tewas Ditusuk Abdi Dalem : e-Kompas.ID Nasional

[ad_1]

RAJA kedua Majapahit tewas dibunuh oleh abdi dalem Istana Majapahit, usai berhasil menumpas tiga pemberontakan yang muncul di masa pemerintahan Jayanagara.

Konon bara-bara pemberontakan yang terjadi usai penumpasan pemberontakan yang dilakukan Ra Kuti masih cukup tinggi. Saat itu memang pemberontakan Ra Kuti berhasil ditumpas oleh Gajah Mada, dan berhasil mengungsikan Jayanagara ke luar Majapahit.

Tapi tewasnya Ra Kuti pasca penumpasan pemberontakan tidak serta merta mengakhiri misi menghabisi sang raja kedua itu. Ra Kuti memang berteman dengan tujuh dharmaputra atau abdi dalem istana, yakni yakni Kuti, Semi, Pangsa, Wedeng, Juju, Tanca, dan Banyak.

Dikisahkan Slamet Muljana, pada bukunya berjudul “Menuju Puncak Kemegahan Sejarah Kerajaan Majapahit”, ketidakpuasan akibat kebijakan dan sifat raja yang dianggap kontroversial membuat ketidakpuasan di internal istana sendiri. Dari para abdi dalem ini masih menyisakan satu orang yang bertahan yakni Tanca, yang masih memendam ambisi membunuh raja.

Sembilan tahun pasca peristiwa Kuti, putri Tribuanarunggadewi dan Rajadewi Maharajasa yang merupakan dua putri keturunan Raja Kertanegara, tidak diizinkan menikah oleh Raja Jayanegara. Alasannya karena keduanya hendak dikawini oleh Jayanegara. Alhasil tindakan asusila tak senonoh diterima kedua putri Kertanagara.

Tindakan Jayanegara ini didengar oleh Dharmaputra Tanca. Tanca pun mengadukannya kepada Gajah Mada, yang kala itu menjadi Mahapatih. Para jejaka dan laki – laki menghendaki sang putri disingkirkan oleh Raja Jayanegara.


Follow Berita e-Kompas.ID di Google News

Dapatkan berita up to date dengan semua berita terkini dari e-Kompas.ID hanya dengan satu akun di
ORION, daftar sekarang dengan
klik disini
dan nantikan kejutan menarik lainnya

Kebetulan Jayanegara kala itu menderita sakit bisul. Beliau tidak dapat keluar dari istana, dan harus selalu berbaring di atas tempat tidur. Tanca pun dipanggil untuk mengobatinya, ia dipercaya lantaran memiliki kemampuan mengobati penyakit.

Tanca pun memasuki kamar tidur untuk mengobati Jayanegara. Bengkak pada kaki raja harus dibedah, satu dua kali tidak berhasil dibedah. Raja dipersilakan mengesampingkan selimutnya, kali ketiga pembedahan bisul pada kaki sang raja berhasil dialkukan.

Namun seiring pembedahan berhasil, tikaman langsung dilakukan kepada Jayanegara. Raja Jayanegara mati akibat tikaman Tanca. Gajah Mada yang mengetahui kejadian tersebut langsung bangkit dan menusuk Tanca, hingga mati juga. Kejadian pembunuhan sang raja Jayanegara tercatat pada tahun 1328 Masehi atau 1250 Saka.

[ad_2]

Sumber Berita

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Copyright © 2025 e-Kompas.ID