JAKARTA – Smartphone HDC dikenal sebagai ponsel replika dengan tingkat kemiripan hampir 100 persen ponsel aslinya. Kebanyakan ponsel HDC lahir dari smartphone yang punya spesifikasi gahar dan harganya tinggi (flagship).
Meski fisiknya mirip, tentu kualitas ponsel HDC dengan ponsel flagship sangat jauh berbeda. Keunggulan ponsel HDC hanya di harganya saja yang murah. Sementara kelemahannya cukup banyak, berikut rangkumannya, Rabu (20/1/2021).
Baca Juga: Mengenal Ponsel Palsu, Replika, Supercopy, hingga KW1
1. Rawan Malware
Dengan tidak adanya pembaharuan firmware, smartphone HDC berisiko disusupi malware. Jika sudah begitu, data pengguna jadi terancam dan mudah diretas. Tak hanya itu, ponsel HDC berpotensi bootloop atau ponsel tidak bisa masuk ke layar utama.
2. Tidak Bergaransi
Umumnya, smarphone flagship yang dijual di Indonesia disertai dengan garansi resmi maupun dari distributor. Dengan adanya garansi, ponsel tersebut terproteksi jika suatu saat terdapat masalah.
Sedangkan smartphone kualitas HDC biasanya tidak bergaransi. Inilah yang menjadi kerugian bagi pengguna ponsel HDC.
3. Keren di Luar, Minim Fitur
Semua orang yang melihat ponsel HDC pasti sulit membedakan dengan smartphone flagship karena tingkat kemiripannya 11-12. Hanya saja, fitur-fitur yang dibawa sangat buruk, bahkan lebih buruk dari ponsel entry-level.
4. Firmware Tidak Jelas
Sampai saat ini, tidak diketahui siapa vendor yang memproduksi smartphone HDC. Inilah yang membuat smartphone HDC minus update firmware. Sementara firmware dibutuhkan untuk smarphone mendapatkan update keamanan berkala sehingga hp senantiasa terproteksi.
(amr)

You must be logged in to post a comment Login