4 Tuntunan Syariat dari Rasulullah ketika Terjadi Gerhana Bulan atau Matahari : e-Kompas.ID Muslim - e-Kompas.ID
Connect with us

Headline

4 Tuntunan Syariat dari Rasulullah ketika Terjadi Gerhana Bulan atau Matahari : e-Kompas.ID Muslim


BERDASARKAN data astronomi, pada hari ini akan berlangsung fenomena alam gerhana bulan sebagian (GBS) atau Khusuful Qamar di wilayah Indonesia. Gerhana bulan tersebut diprediksi berlangsung sejak pukul 17.47 WIB, Jumat 19 November 2021.

Umat Islam pun diimbau melaksanakan ibadah sunah sholat gerhana bulan. Tapi dikarenakan masih dalam kondisi pandemi covid-19, pelaksanaan sholat gerhana harus tetap menjalankan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.

Baca juga: Niat Sholat Gerhana Bulan, Lengkap dengan Keutamaannya 

Waktu berlangsungnya gerhana bulan sebagian November 2021 di wilayah Indonesia. (Foto: Kemenag)

Adapun tuntunan untuk melaksanakan sholat sunah dua rakaat saat terjadi fenomena alam gerhana adalah berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam:

حَدَّثَنَا أَبُو الوَلِيْد قَالَ حَدَّثَنَا زَائِدَةُ قَالَ حَدَّثَنَا زِيَادُ بْنُ عِلَاقَةِ قَالَ سَمِعْتُ الْمُغِيْرَةُ بْنِ شُعْبَةِ يَقُوْلُ اِنْكَسَفَتْ الشَّمْسُ يَوْمَ مَاتَ اِبْرَاهِيْمُ فَقَالَ النَّاسُ اِنْكَسَفَتْ لِمَوْتِ اِبْرَاهِيْمُ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَأَيَتَانِ مِنْ أَيَاتِ اللهِ لاَ يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ فَإِذَا رَأَيْتُمُواهُمَا فَادْعُوا اللهِ وَصَلّوا حَتَّى يَنْجَلِيَ

Artinya: “Telah menceritakan kepada kami, Abu Al Walid berkata, telah menceritakan kepada kami, Zaidah berkata, telah menceritakan kepada kami, Ziyad bin ‘Ilaqah, dia berkata: ‘Aku mendengar Al-Mughirah bin Syu’bah berkata: Telah terjadi gerhana matahari ketika wafatnya Ibrahim.’ Kemudian Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda: ‘Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah, dan ia tidak akan mengalami gerhana disebabkan karena mati atau hidupnya seseorang. Jika kalian melihat gerhana keduanya, maka berdoalah kepada Allah dan dirikan salat hingga (matahari) kembali tampak’.” (HR Al Bukhari)

Baca juga: Tata Cara Sholat Gerhana Bulan Beserta Niat dan Waktu Pelaksanaannya 

Kemudian Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam juga mengajarkan kepada umat Islam tuntunan syariat yang mulia ketika terjadi gerhana matahari maupun gerhana bulan. Berikut ini empat di antaranya, sebagaimana keterangan resmi Kementerian Agama (Kemenag):

1. Menghadirkan rasa takut kepada Allah Subhanahu wa ta’ala saat terjadinya gerhana matahari dan bulan, karena peristiwa tersebut mengingatkan kita akan tanda-tanda kejadian hari kiamat, atau karena takut azab Allah diturunkan akibat dosa-dosa yang dilakukan.

Dengarkan Murrotal Al-Qur’an di e-Kompas.ID.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

2. Mengingat apa yang pernah disaksikan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam dalam sholat kusuf. Diriwayatkan bahwa dalam sholat kusuf, Rasulullah diperlihatkan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala surga dan neraka, bahkan beliau ingin mengambil setangkai dahan dari surga untuk diperlihatkan kepada mereka. Beliau juga diperlihatkan berbagai bentuk azab yang ditimpakan kepada ahli neraka. Karena itu, dalam salah satu khutbahnya selesai sholat gerhana, beliau bersabda, “Wahai umat Muhammad, demi Allah, jika kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.” (HR Muttafaq alaih)

Baca juga: Sholat Gerhana Bulan, Kemenag: Tetap Prokes dan Doakan Pandemi Segera Berakhir 

3. Menyeru dengan panggilan “Asshalaatu Jaami’ah”. Maksudnya adalah panggilan untuk melakukan sholat secara berjamaah. Aisyah Radhiyallahu anhu meriwayatkan bahwa saat terjadi gerhana, Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam memerintahkan untuk menyerukan “Ashshalaatu Jaami’ah” (HR Abu Daud dan An-Nasa’i). Tidak ada azan dan iqamah dalam pelaksanaan sholat gerhana. Karena azan dan iqamah hanya berlaku pada sholat fardhu yang lima waktu.

4. Disunahkan mengeraskan bacaan surah, baik sholatnya dilakukan pada siang atau malam hari. Hal ini dilakukan Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam dalam sholat gerhana. (HR Muttafaq alaih)

Wallahu a’lam bishawab.

Baca juga: 8 Sunah Rasulullah di Hari Jumat Berkah, Nomor 2 Mudah dan Berpahala Besar 



Sumber Berita

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *