5 Fakta Proyek Ibu Kota Baru, Butuh Dana Rp1.470 Triliun : e-Kompas.ID Economy - e-Kompas.ID
Connect with us

Headline

5 Fakta Proyek Ibu Kota Baru, Butuh Dana Rp1.470 Triliun : e-Kompas.ID Economy



JAKARTA – Isu sensitif masih terus membayangi pemerintah setelah menetapkan ibu kota negara Indonesia dari Jakarta dipindahkan ke wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara di Provinsi Kalimantan Timur.

Isu yang terus membayangi adalah soal anggaran yang diyakini akan membengkak seperti proyek lainnya. Berikut fakta-fakta yang dikumpulkan e-Kompas.ID terkait anggaran fantastis ibu kota baru:

Baca Juga: Anggaran Bangun Ibu Kota Baru Tahap I Rp510 Miliar

1. Anggaran Ibu Kota Baru Diyakini Melonjak

Biaya Proyek Ibu Kota Negara (IKN) diprediksi melonjak dua hingga kali lipat dari perencanaan awal. Jika rencana awal anggaran yang disiapkan Rp490 Tcriliun, maka jika dikalikan tiga kali lipat seperti diprediksi, maka anggaran pembangunan ibu kota baru dibutuhkan Rp1.470 triliun

“Angka Rp490 Triliun barulah hitungan kebutuhan pemerintah, namun dalam realisasinya bisa menjadi 2-3 kali lipat. Contohnya dalam proyek kereta cepat Bandung-Jakarta yang pada perhitungan awalnya hanya Rp60 Triliun namun kini realisasinya mencapai lebih dari Rp100 Triliun,” ujar Anggota Komisi V DPR Suryadi Jaya Purnama.

Baca Juga: Anggaran Pembangunan Ibu Kota Baru Rp510 Miliar, Jadinya Kapan?

2. RUU IKN Tidak Mendesak

Salah satu alasan pemindahan Ibu Kota adalah pemerataan pembangunan. Namun Anggota Komisi V DPR Suryadi Jaya Purnama mengatakan, Rancangan Undang-Undang IKN bukanlah agenda mendesak, terlebih lagi perekonomian Indonesia yang belum stabil akibat pandemi Covid-19.

Menurutnya, yang jadi agenda prioritas adalah pemulihan sektor ekonomi dan kesehatan. “Semua masyarakat tentu ingin mengetahui apa permasalahan di Jakarta?” tuturnya.

3. Percepat Kemajuan Indonesia

Menteri Sekretaris Negara Pratikno menjelaskan proyek IKN di Kalimantan Timur bukan sekadar menjadi kantor pemerintahan, tapi juga menjadi motor percepatan kemajuan Indonesia.

“Jangan dibayangkan ini akan semata-mata menjadi kantor pemerintahan saja, tetapi sebuah kota baru, kota masa demotor, menjadi katalis kemajuan Indonesia,” kata Pratikno.

4. Alokasi Anggaran Rp510 Miliar versi Pemerintah

Pemerintah mengalokasikan anggaran lebih kurang Rp510 miliar untuk pembangunan ibu kota negara Indonesia yang baru tahap satu.

“Dalam dokumen RKP (rancangan kerja pemerintah) 2022 pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sekitar Rp510 miliar untuk pembangunan ibu kota negara baru tahap satu,” ujar Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Muliadi.

Pembangunan ibu kota negara Indonesia yang baru tersebut merupakan proyek dan program prioritas nasional.

5. Masyarakat Dijanjikan Kecipratan

Masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara dapat ikut serta dalam pembangunan ibu kota negara dengan pihak ketiga yang ditunjuk sebagai kontraktor pelaksana.

Semua bakal dilakukan secara terbuka dan seluruh masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara yang berminat bekerja sama dengan kontraktor pelaksana silahkan mendaftar.

“Karena proyek nasional, tentu saja untuk rekrutmen tenaga kerja dan kerja sama mempunyai ketentuan dan persyaratan yang harus dipenuhi,” ucap Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Muliadi.



Sumber Berita

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *