5 Negara dengan Pertumbuhan Populasi Negatif Terbesar di Tahun 2023 : e-Kompas.ID News - e-Kompas.ID
Connect with us

Headline

5 Negara dengan Pertumbuhan Populasi Negatif Terbesar di Tahun 2023 : e-Kompas.ID News

[ad_1]

BULGARIA Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan adanya peningkatan populasi secara global pada 2030, 2050, dan akan terus meningkat hingga tahun 2100.

Meskipun demikian, Yahoo Finance mengungkapkan bahwa beberapa negara di dunia, terkhusus di negara maju, akan menghadapi penurunan populasi yang signifikan.

   

Banyak faktor yang memengaruhi kejadian tersebut. Melansir National Library of Medicine, setiap negara memiliki tingkat kesuburan yang berbeda-beda. Tingkat sosial, agama, ekonomi, tingginya angka kematian dan urbanisasi juga memengaruhi tingkat kelahiran, bahkan aborsi.

Faktor lain yang mendukung yakni gaya hidup yang semakin tidak sehat. Seperti halnya makanan, lingkungan, dan meningkatnya Penyakit Menular Seksual (PMS) yang memengaruhi kualitas kesehatan pria dan wanita.

Permasalahan populasi ini dialami oleh beberapa negara di dunia. Negara mana sajakah itu? Berikut 5 negara dengan pertumbuhan populasi negatif di dunia, berdasarkan data Insider Monkey.

1. Bulgaria

Bulgaria adalah salah satu negara yang mengalami penurunan populasi tercepat di dunia. Gaya hidup tidak sehat seperti tingginya konsumsi rokok dan alkohol, yang mengakibatkan peningkatan angka kematian dibanding kelahiran.

Tidak hanya itu, Bulgaria juga menghadapi tantangan dan peluang ekonomi, yang mengakibatkan penurunan standar hidup di wilayah tertentu.


Follow Berita e-Kompas.ID di Google News

Dapatkan berita up to date dengan semua berita terkini dari e-Kompas.ID hanya dengan satu akun di
ORION, daftar sekarang dengan
klik disini
dan nantikan kejutan menarik lainnya

2. Ukraina

Terjadinya konflik pada 2023 menjadi penyebab turunnya populasi di Ukraina. Permasalahan geopolitik ini mengakibatkan banyak warga mengungsi, hingga meninggal.

Selain konflik geopolitik, Ukraina menghadapi tantangan kesehatan. Tingginya pengidap HIV/AIDS dan penyakit lainnya, memengaruhi kualitas kesuburan dan populasi reproduksi pada kaum muda.

3. Bosnia dan Herzegovina

Sejak konflik perang 1990, Bosnia dan Herzegovina mengalami penurunan populasi. Konflik tersebut menelan korban jiwa dan meningkatnya imigrasi, serta mengubah struktur demografi.

Bosnia dan Herzegovina juga menghadapi ketidakstabilan ekonomi dan politik, yang dipengaruhi sistem pemerintahan. Hal ini mengakibatkan minimnya investasi asing dan memperlambat pertumbuhan ekonomi.

4. Serbia

Adanya pergeseran norma sosial dan ketidakstablian pertumbuhan ekonomi, menyebabkan terjadinya peningkatan populasi secara negatif di Serbia.

Bagi kaum muda, mereka memilih karier dan pengembangan diri dibanding menikah dan berkeluarga. Selain itu, tingginya angka kematian akibat penyakit kanker dan jantung juga memperburuk jumlah populasi

5. Albania

Selama beberapa dekade terakhir, Albania mengalami penurunan populasi. Meskipun masih lebih tinggi jika dibandingkan beberapa negara Eropa lainnya, tingkat kesuburan di Albania juga mengalami penurunan.

Pada 2023, tingkat kesuburan wanita sekitar 1,6 anak. Tidak hanya itu, tingkat migrasi dari desa ke kota, baik di dalam maupun luar Albania juga memengaruhi tingkat populasi.

[ad_2]

Sumber Berita

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Copyright © 2025 e-Kompas.ID