7 Fakta Tol Cipali Ambles, Siap-Siap Tak Ada Kenaikan Tarif : e-Kompas.ID Economy - e-Kompas.ID
Connect with us

Bisnis

7 Fakta Tol Cipali Ambles, Siap-Siap Tak Ada Kenaikan Tarif : e-Kompas.ID Economy


JAKARTA – Ruas Tol Cikopo – Palimanan (Cipali) KM 122 arah Jakarta ambles. Tol Cipali ambles ini disebabkan gerusan lereng badan jalan akibat tingginya intensitas hujan di Jawa Barat.

Keretakan sepanjang 40 meter yang terjadi di KM 122+400 arah Jakarta yang berada di wilayah Subang ini, ditemukan pertama kali pada 8 Februari 2021 pukul 16.00. Kementerian PUPR saat ini melakukan penanganan amblesnya jalan di ruas Tol Cikopo – Palimanan (Cipali) KM 122 arah Jakarta.

Berikut fakta-fakta terkait amblesnya Tol Cipali yang telah e-Kompas.ID rangkum, Sabtu (13/2/2021).

1. Ini Penyebab Tol Cipali Ambles

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) mengungkapkan penyebab amblesnya jalan Tol Cipali KM 122 arah Jakarta. Pihaknya langsung gerak cepat mengecek ambrolnya Jalan Tol Cikopo – Palimanan (Cipali) yang disebabkan karena Banjir di Gerbang Tol (GT) Kertajati, Majalengka.

Selain itu, Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) juga sempat alami banjir kemarin.

Baca Juga: Tol Cipali KM 122 Ambles, Macet Masih Belum Tertangani 

Adapun, keretakan sepanjang 40 meter yang terjadi di KM 122+400 arah Jakarta yang berada di wilayah Subang ini, ditemukan pertama kali pada 8 Februari 2021 pukul 16.00. Intensitas dan curah hujan tinggi mengakibatkan banyak volume air yang masuk ke dalam base layer melalui keretakan.

Ditambah dengan kendaraan berat yang melintas untuk menghindari banjir di jalur Pantura. Sehingga keretakan bertambah pada pukul 22.00 dan memburuk sehingga terjadi keretakan yang lebih besar.

2. Kendaraan Berat Bakal Dibatasi hingga 28 Maret

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengatakan, pembatasan operasional angkutan barang ini ditetapkan bagi mobil barang sumbu 3 atau lebih. Selain itu, pembatasan ini juga berlaku untuk mobil barang dengan kereta tempelan atau kereta gandeng, serta mobil barang yang digunakan untuk mengangkut bahan galian, tambang, dan bahan bangunan.

“Pembatasan operasional angkutan barang berupa pengalihan arus lalu lintas ini berlaku pada jalan Tol Jakarta-Cikampek-Cikopo-Palimanan menuju ke jalan arteri. Pengalihan arus berlaku sejak Kamis, 11 Februari hingga Minggu, 28 Maret atau selama masa perbaikan jalan. Meski demikian pembatasan ini akan menyesuaikan kebijakan dari Polri,” ujarnya dalam keterangannya, Kamis (11/2/2021).

3. Perbaikan Butuh Waktu 1,5 Bulan

Astra Tol Cipali bakal melakukan perbaikan jalan pada bahu luar pada llajur 1 dan 2 di Kilometer (Km) 122+400. Perbaikan yang dilakukan ini menyusul adanya kerusakan pada jalan pada jalan akibat curah hujan yang tinggi.

Direktur Operasi Astra Tol Cipali Agung Prasetyo mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan kontraktor untuk melakukan perbaikan. Perbaikan diperkirakan memakan waktu 1,5 bulan.

4. Akan Dibangun Jalur Sementara

Menurut Hedy, untuk mengurangi beban lalu lintas, juga akan dibangun 2 lajur sementara di median (detour) sepanjang 200 meter dari KM 122+300 hingga KM 122+500 dengan waktu pengerjaan 10 hari.

Bersamaan dengan pembangunan lajur sementara, Kementerian PUPR meminta untuk dibuat akses (sodetan) sementara untuk menuju contraflow jalur A dalam waktu 3 hari. Sodetan ini ditargetkan akan selesai pada Jumat (12/2). Sementara untuk penanganan permanen lebih lanjut, lokasi jalan yang ambles akan ditutup selama 1,5 bulan untuk dilakukan perbaikan dengan menggunakan bore pile untuk menahan longsor.

5. Operator Kena Sanksi Tak Ada Kenaikan Tarif

Anggota Komisi V DPR RI Sigit Sosiantomo menginginkan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) memberikan sanksi kepada operator Tol Cipali terkait kejadian ambles yang terjadi di ruas tol tersebut, tepatnya di KM 122+400. Salah satu sanksi yang bisa dikenakan pada operator tol adalah tidak memberikan izin kenaikan tarif tol berkala.

“Sudah seharusnya BPJT sebagai badan yang mengatur penyelenggaraan jalan tol, BPJT memberikan sanksi kepada operator Tol Cipali karena ketidakmampuannya menjaga Standar Pelayanan Minimum (SPM) jalan tol,” kata Sigit Sosiantomo dalam rilis di Jakarta, Kamis (11/2/2021).

6. Pengguna Tol Bisa Minta Kompensasi

Di sisi lain, Sigit mengatakan pengguna jalan tol Cipali yang merasa dirugikan dengan amblasnya ruas tol tersebut dapat mengajukan kompensasi.

Hal itu, ujar dia, diatur dalam Pasal 87 PP No. 43 Tahun 2013 tentang Perubahan Kedua Atas PP No. 15 Tahun 2005 Tentang Jalan Tol. Pengguna jalan tol berhak menuntut ganti kerugian kepada Badan Usaha atas kerugian yang merupakan akibat kesalahan Badan Usaha dalam pengusahaan jalan tol.

7. PUPR Atasi Amblesnya Tol Cipali

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama dengan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) melakukan sejumlah penanganan kerusakan pada jalan tol Cikopo – Palimanan (Cipali). Sehingga bisa mempercepat pemulihan kondisi jalan Tol Cipali di Kilometer (Km) 122 yang mengalami amblas.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian mengatakan, untuk memproteksi jalur dari arah Jakarta menuju Semarang telah dilakukan pemasangan sheet pile di sisi median. Sheet pile sendiri dipasang untuk menahan tekanan tanah sehingga tidak terjadi sliding.



Sumber Berita

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *