Bangun Kantor Pusat di Singapura, Epson Tuai Pujian Atas Terobosan Berkelanjutan : e-Kompas.ID News - e-Kompas.ID
Connect with us

Headline

Bangun Kantor Pusat di Singapura, Epson Tuai Pujian Atas Terobosan Berkelanjutan : e-Kompas.ID News



JAKARTA – Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Republik Singapura Grace Fu mengucapkan selamat kepada Seiko Epson Corporation atau Epson atas dibangunnya kantor pusat Epson Asia Tenggara dan dua solution center di Singapura. Ia menyebutkan bahwa pandemi Covid-19 telah memberikan dampak terhadap bisnis dan ekonomi di seluruh dunia, juga mengubah cara hidup, bermain, dan bekerja.

“Krisis juga menghadirkan peluang untuk reformasi, membangun lebih baik, kuat, dan berkelanjutan daripada sebelumnya,” ujar Grace dalam Acara Peluncuran Virtual Kantor Pusat dan Solusi Epson Asia Tenggara pada Rabu (8/9/2021).

Baca Juga: Edukasi Buang Sampah Plastik Tak Bisa dengan Metode Klasik

Keberlanjutan telah menjadi bagian dari DNA Singapura sejak awal tahun kemerdekaan. Secara konsisten, Singapura terus mengembangkan berbagai keberlanjutan dengan pertumbuhan ekonomi, perlindungan lingkungan, dan inklusi sosial. Pemerintah Singapura pun meluncurkan Singapore Green Plan 2030 di tahun ini.

“Green Plan memiliki target ambisius dan konkret untuk 10 tahun ke depan, memperkuat komitmen Singapura dibawah PBB 2030 SDG Agenda dan Perjanjian Paris, serta mempercepat pencapaian target 0 emisi sesegera mungkin,” tuturnya.

Target utama Green Plan adalah mengurangi jumlah limbah yang dikirim ke tempat pembuangan akhir. Pada akhir 2026, 30 persen untuk mencapai target ini, Singapura harus mengalihkan dari ekonomi linear, tetapi juga menjaga ekonomi sirkular dimana limbah digunakan sebagai bentuk daur ulang berkali-kali.

“Ekonomi sirkular akan memberikan dampak baik bagi lingkungan, nilai ekonomi, dan juga pekerjaan yang baik untuk orang-orang Singapura. Singapura memiliki UU terkait hal ini pada 2019 untuk tiga prioritas pembuangan limbah, antara lain limbah listrik dan elektronik, limbah alas kaki, dan pengemasan termasuk di dalamnya plastik,” ucap Grace.

Dia menyebutkan bahwa limbah-limbah ini kuantitasnya sangat besar, tetapi sangat sedikit yang bisa didaur ulang untuk saat ini. National Environment Agency (NEA) Singapura membuat sebuah bentuk peralatan elektronik yang memastikan bahwa pembuangan limbah dan produk yang bisa diberikan kepada pasar betul-betul sebuah keuntungan. Epson adalah salah satu produsen tersebut.

“Epson adalah salah satu perusahaan yang percaya akan keberlanjutan lingkungan. Epson mengurangi emisinya 1,5 derajat celcius pada 2030, dan pada 2050 akan menjadi negatif dan mendapatkan bebas di bawah tanah dari bahan yang diperbaharui seperti minyak dan metal,” katanya.

Lebih lanjut, Grace mengatakan bahwa Epson di Singapura benar-benar menggunakan listrik yang diperbaharui mulai Januari, dan sisa pabriknya akan bergerak secara progresif terkait dengan hal ini pada 2030. Dia pun memuji terobosan Epson yakni Inkjet printer bebas panas akan benar-benar mengurangi energi, dan juga mengurangi karbon dioksida. Suku cadangnya pun sedikit sehingga pengguna bisa mengurangi e-waste, atau limbah elektronik.

“Epson PaperLab juga merupakan inovasi, juga sebagai first dry process paper recycle di dunia, yang mengubah limbah dari kertas-kertas dokumen di kantor menjadi kertas yang dibutuhkan, memastikan bahwa informasi yang sensitif dihancurkan langsung di tempat ketika limbah kertas didaur ulang langsung di kantor,” ujar Grace.

CM

(yao)



Sumber Berita

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *