Bareskrim Sebut Penyebab Kebakaran Kilang Minyak Balongan Lebih karena Faktor Alam : e-Kompas.ID Nasional - e-Kompas.ID
Connect with us

Headline

Bareskrim Sebut Penyebab Kebakaran Kilang Minyak Balongan Lebih karena Faktor Alam : e-Kompas.ID Nasional



JAKARTA – Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto mengungkapkan bahwa sejauh ini penyebab kebakaran kilang minyak milik PT Pertamina RU VI Balongan di Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, lebih karena faktor alam.

“Sejauh ini berdasarkan hasil laboratorium belum ditemukan unsur kesengajan, lebih mengarah kepada faktor alam,” kata Agus saat dimintai konfirmasi awak media, Jakarta, Kamis (16/9/2021).

Menurut Agus, hal itu berdasarkan dari pemeriksaan laboratorium yang dilakukan oleh penyidik. Pasalnya, dalam hal ini diselisik melalui pendalaman titik awal api. “Kami kan mendasari hasil pemeriksaan laboratorium untuk tahu penyebab kebakaran atau titik awal api,” ujar Agus.

Di sisi lain, Agus mengungkapkan bahwa, jajarannya bakal kembali melakukan gelar perkara peristiwa tersebut. “Penyidik Polda Jabar akan gelar (perkara) di Mabes. Kita tunggu suratnya dari Polda Jabar,” ucap Agus.

Diketahui sebelumnya, Polri menyatakan telah menemukan adanya unsur pidana kesalahan atau kealpaan atas terjadinya kebakaran Kilang minyak milik PT Pertamina RU VI Balongan di Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat.

Baca Juga : Napi yang Tewas Akibat Kebakaran Lapas Tangerang Jadi 49 Orang

Kepala Biro PeneranganMasyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono menjelaskan, temuan unsur pidana itu diketahui setelah dilakukannya pemeriksaan beberapa saksi, olah TKP dan melakukan memeriksa barang bukti.

“Dari hasil itu semua pada tanggal 16 April kemarin dilakukan gelar perkara terhadap peristiwa tersebut. Kesimpulan gelar perkara adalah telah ditemukan adanya tindak pidana,” kata Rusdi dalam jumpa pers di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu 21 April 2021.

Dengan adanya dugaan pidana, Rusdi menyebut, saat ini pihaknya telah meningkatkan status perkara kebakaran tersebut ke tahap penyidikan.

Rusdi menyebut, unsur pidana tersebut sesuai dengan Pasal 188 KUHP. Adapun bunyinya; ‘Barang siapa karena kesalahan (kealpaan) menyebabkan kebakaran, ledakan atau banjir, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah, jika karena perbuatan itu timbul bahaya umum bagi barang, jika karena perbuatan itu timbul bahaya bagi nyawa orang lain, atau jika karena perbuatan itu mengakibatkan orang mati’.

“Pada peristiwa tersebut sehingga perkara tersebut dinaikkan pada tahap penyidikan. Karena penyidik menilai melihat berdasarkan fakta bukti yang ada adanya kesalahan kealpaan sehingga timbulkan kebakaran atau ledakan Pasal 188 KUHP,” ujar Rusdi.

Selain itu, polisi juga telah menerima Laporan Polisi terkait kasus itu dengan nomor LP 147/IV/2021/Jabar/Polres Indramayu.

Kilang minyak milik PT Pertamina RU VI Balongan di Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, meledak dan terbakar hebat sejak Senin 29 Maret 2021 dini hari.



Sumber Berita

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *