Cara Deteksi Penyakit Jantung Bawaan pada Bayi Sejak Dini : e-Kompas.ID Lifestyle - e-Kompas.ID
Connect with us

Headline

Cara Deteksi Penyakit Jantung Bawaan pada Bayi Sejak Dini : e-Kompas.ID Lifestyle


PENYAKIT Jantung Bawaan (PJB) atau lebih dikenal dengan istilah Congenital Heart Disease (CHD) kerap mengancam bayi dan anak. Oleh sebab itu peran serta orangtua dalam mengawasi dan mengontrol buah hatinya sangat diperlukan mulai dari masa kehamilan hingga kelahiran.

Dokter Spesialis Anak Konsultan Kardiologi, dr. Rahmat Budi Kuswiyanto, Sp.A(K), M.Kes, menjelaskan PJB adalah kelainan struktur anatomi, letak, atau fungsi jantung akibat gangguan pembentukan organ jantung pada trimester awal kehamilan yang terbawa sampai lahir.

Ibu Hamil

Berdasarkan data, Indonesia memiliki jumlah kelahiran bayi di Indonesia mencapai 40-50 ribu orang per tahunnya dengan probabilitas Penyakit Jantung Bawaan sebesar 1:100. Sebanyak 17.500 kasus PJB non kritis dilaporkan per tahunnya, sementara PJB kritis mencapai 25 persen atau sekira 17.500 kasus per tahun.

Baca Juga : Anak Bayi Alami Penyakit Jantung, Ini Tindakan Tanpa Operasinya

Dalam webinar ‘Pentingnya Dukungan Nutrisi Optimal pada Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan’, Rabu (29/9/2021), dr. Rahmat mengatakan faktor risiko PJB dimulai sejak dari dalam kandungan hingga anak tersebut lahir. Oleh sebab itu setiap orangtua bisa melakukan pencegahan sejak dini dengan melakukan pemeriksaan rutin terhadap buah hatinya, seperti:

1. Konsultasi

2. Rutin melakukan elektrokardiogram (EKG) dan ronsen dada

3. Melakukan echokardiografi dan kateterisasi

4. Melakukan CT-Scan dan Magnetic Resonance Imaging (MRI)

Selain itu orangtua juga memiliki peran penting jika bayi atau anaknya didiagnosa mengalami atau menemukan tanda maupun gejala PJB, di antaranya:

1. Bawa ke fasilitas kesehatan terdekat bila ada tanda dan gejala PJB

2. Konsultasikan ke dokter anak atau konsultan kardiologi

3. Asupan nutrisi

4. Memantau tumbuh kembang

5. Vaksinasi rutin

6. Jaga kesehatan gigi dan mulut

7. Obati infeksi dengan tuntas seperti: Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), radang telinga

8. Menyesuaikan aktivitas

9. Tidak panik, dan mengikuti saran dokter

10. Ikhlas, ikhtiar, sabar, dan tawakal



Sumber Berita

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *