Hari Jantung Sedunia, Kaum Rebahan Berisiko Terserang : e-Kompas.ID Lifestyle - e-Kompas.ID
Connect with us

Headline

Hari Jantung Sedunia, Kaum Rebahan Berisiko Terserang : e-Kompas.ID Lifestyle


RUPANYA pandemi Covid-19 membentuk komunitas baru yaitu kaum rebahan. Mereka ini adalah orang yang jarang sekali bergerak, terlebih karena adanya pembatasan gerak selama pandemi berlangsung.

Ya, kaum rebahan biasanya jarang bergerak, ini terjadi karena pekerjaan bisa dilakukan di rumah dengan hanya menatap layar laptop, lalu pesan makanan tinggal lewat ponsel, dan semua itu meningkatkan risiko penyakit jantung.

 kaum rebahan

“Salah satu faktor penyebab penyakit jantung adalah malas bergerak atau kurangnya aktivitas fisik. Ini terjadi pada kaum rebahan yang kebanyakan jarang berolahraga,” kata Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Primaya Hospital, dr Fachmi Ahmad M. SpJP, di webinar Hari Jantung Sedunia 2021, Rabu (29/9/2021).

Sebagai solusi, para kaum rebahan mesti mau mengubah pikiran untuk memulai hidup sehat. Berolahraga ringan sudah cukup membantu, terlebih jika selama kurang lebih 2 tahun ini tidak ada olahraga sama sekali yang dilakukan.

Tapi, saat mau mulai berolahraga lagi, dr Fachmi menyarankan agar kaum rebahan tidak langsung melakukan olahraga dengan intensitas tinggi. Misalnya, langsung lari spin. “Ini malah bisa menyebabkan cedera pada otot tubuh,” terangnya.

Jadi, olahraga seperti apa yang bisa dilakukan kaum rebahan untuk memulai kembali jalani hidup sehat?

Menurut dr Fachmi, olahraga ringan hingga sedang adalah jawabannya. Terlebih, Anda tidak pernah berolahraga sebelumnya. Jangan lupa untuk selalu lakukan pemanasan terlebih dulu untuk meminimalisir cedera. “Lakukan pemanasan setidaknya 10 sampai 15 menit sebelum olahraga,” sarannya.

Nah, soal jenis olahraga yang disarankan, kata dr Fachmi, kaum rebahan bisa mulai melakukan jalan santai atau sedikit jogging. Ingat, dengan intensitas ringan.

“Olahraga jalan santai yang bersifat aerobik sangat membantu memperbaiki kualitas kesehatan tubuh. Kalau mau gowes, lakukan dengan kecepatan di bawah 16 km/jam. Intinya, pilih olahraga yang melibatkan komponen jantung dan paru-paru,” terangnya.

Lalu, soal durasi berolahraganya bagaimana?

Menurut dr Fachmi, idealnya itu cukup berolahraga 3 kali seminggu dengan durasi 30-40 menit. Jangan kemudian sebulan sekali, ini malah membuat olahraga Anda tidak memberikan manfaat kesehatan.

Jika sudah mulai rutin melakukan olahraga, Anda disarankan untuk menaikkan intensitas sehingga kebugaran tubuh terjaga dengan prima.

“Kalau sudah mulai terbiasa dengan ritme olahraga rutin, Anda bisa meningkatkan intensitas olahraganya atau menambah variasi olahraga seperti berenang, bulutangkis tunggal, tenis tunggal, lari dengan kecepatan lebih tinggi, atau bersepeda dengan kecepatan yang lebih tinggi,” papar dr Fachmi.



Sumber Berita

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *