Connect with us

Nasional

Cerita Kedekatan Doni Monardo dengan Kabinda Papua Brigjen I Gusti Putu Danny




Elon Musk, CEO Tesla. Foto: Mike Blake/Reuters


© Disediakan oleh Kumparan
Elon Musk, CEO Tesla. Foto: Mike Blake/Reuters

Orang terkaya kedua di dunia sekaligus CEO perusahaan mobil listrik Tesla, Elon Musk, mengumumkan bahwa ia akan mendonasikan 100 juta dolar AS (Rp 1,4 triliun) bagi orang yang bisa menciptakan teknologi penangkap karbon dioksida.

Untuk mencari orang yang bisa menciptakan teknologi penangkap emisi karbon, Musk menggelar kompetisi yang diberi nama XPrize Carbon Removal. Kompetisi ini meminta para peserta untuk mengembangkan proyek skala besar untuk membantu menyimpan dan mengekstrak karbon dioksida guna menyeimbangkan kembali tren emisi karbon yang sangat tinggi di Bumi.





© Disediakan oleh Kumparan

“Saat ini kami hanya memiliki satu planet,” kata Musk, dalam acara livestream pengumuman kompetisi ini di YouTube. “Bahkan hanya 0,1% kemungkinan bencana-mengapa harus menanggung risiko itu? Itu gila!”

Pada bulan Januari, Musk sudah mengumumkan niatnya untuk menawarkan hadiah 100 juta dolar AS lewat kicauan Twitter.

Empat bulan setelahnya, tepat pada Hari Bumi, kompetisi XPrize Carbon Removal yang mengeklaim dirinya sebagai “hadiah insentif terbesar dalam sejarah” akhirnya diresmikan. Kompetisi ini akan akan berlangsung selama empat tahun hingga Hari Bumi, 2025.

Penangkapan dan penyimpanan karbon sendiri adalah perpaduan dari berbagai teknologi, yang semuanya memiliki satu tujuan: Menangkap emisi karbon dioksida, gas rumah kaca yang menghangatkan planet, dan menghentikan pembuangannya ke atmosfer.

Nantinya, alat penangkap karbon tersebut dapat dipasang untuk menangkap emisi dari pembangkit listrik, industri atau bahkan langsung dari udara.

Penangkapan dan penyimpanan karbon telah menarik minat yang semakin besar, terutama ketika iklim Bumi yang memanas telah mencairkan gletser, hingga meningkatkan badai tropis.



Elon Musk, CEO perusahaan SpaceX dan Tesla. Foto: REUTERS/Danny Moloshok


© Disediakan oleh Kumparan
Elon Musk, CEO perusahaan SpaceX dan Tesla. Foto: REUTERS/Danny Moloshok

Para ilmuwan mengatakan, teknologi penangkap ini akan sangat penting untuk mencapai nol emisi karbon pada tahun 2050. Meski demikian, beberapa ahli lingkungan berpendapat bahwa fokus pada teknologi penangkap karbon mencerminkan kurangnya tekad untuk mengakhiri penggunaan bahan bakar fosil.

Sejauh ini, sudah banyak proyek penangkapan karbon yang telah mendapat dukungan dari perusahaan startup Silicon Valley. Meski demikian, teknologi tersebut belum layak secara komersial.

Reuters melaporkan, teknologi penangkap karbon dapat menghabiskan biaya lebih dari 300 dolar AS per metrik ton. Adapun Bumi setiap tahun mengeluarkan gas rumah kaca yang setara dengan sekitar 50 miliar ton karbon dioksida.

Pada tahun 2050, sekitar 10 miliar ton penangkapan karbon mungkin diperlukan, menurut beberapa perkiraan.



Emisi Karbon Perkotaan Foto: Aly Song


© Disediakan oleh Kumparan
Emisi Karbon Perkotaan Foto: Aly Song

“Baik biaya dan skalabilitas perlu ditangani. Apakah itu akan cukup karbon untuk menjadi masalah, dan dapatkah kita membelinya sebagai peradaban? Itu adalah dua hal yang penting,” kata Musk yang nyeker tanpa alas kaki saat acara pengumuman.

“Saya pikir ini adalah salah satu hal yang akan memakan waktu cukup lama untuk mencari tahu apa solusi yang tepat. Dan terutama untuk mencari tahu apa ekonomi terbaik untuk menghilangkan CO2,” kata Musk

Kompetisi XPrize Carbon Removal dari Musk bertujuan untuk menemukan solusi yang layak untuk mengeluarkan 1.000 ton karbon dioksida dari atmosfer setiap tahun. Para peserta di dalamnya harus memiliki rencana untuk menyerap karbon setidaknya selama 100 tahun.





Sumber Berita

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *