Connect with us

Nasional

Masyarakat Surabaya Gelar Doa Bersama untuk Awak KRI Nanggala


Sejumlah elemen masyarakat lintas agama di Surabaya melakukan aksi tabur bunga dan doa bersama untuk para awak kapal selam KRI Nanggala 402 yang tenggelam di perairan utara Bali.

Koordinator aksi, Djadi Galajapo, mengatakan kebhinnekaan yang ada di Indonesia tidak menghalangi sesama warga untuk saling solider, justru menjadi kekuatan untuk saling berbela rasa terhadap sesama anak bangsa.

“Inilah kebhinnekaan kita, kebhinnekaan Indonesia, kebhinnekaan Surabaya, untuk bisa berdoa kepada para pahlawan kusuma bangsa, para awak dari Nanggala 402 ini. Mudah-mudahan kejadian ini yang terakhir, karena apa? sekali lagi saya berkeyakinan musibah itu adalah dari kita. Tidak mungkin Tuhan yang maha kasih, maha sayang, memberikan sebuah bencana, musibah, tidak,” ujar Djadi.

Jemaah melakukan salat ghaib untuk para ABK KRI Naggala 402 yang gugur dan tenggelam di laut utara Bali (foto: Petrus Riski/VOA).

Jemaah melakukan salat ghaib untuk para ABK KRI Naggala 402 yang gugur dan tenggelam di laut utara Bali (foto: Petrus Riski/VOA).

Ketua Ormas Jogo Boyo, Badrut Tamam, juga mengajak masyarakat dari berbagai agama dan keyakinan untuk mendoakan segala upaya pencarian kapal selam yang tenggelam, serta untuk para awak kapal yang gugur.

“Kita memohon kepada Tuhan, kita berdoa memohon kepada Allah, dengan harapan satu, kalau memang masih ada harapan untuk munculnya kembali KRI Naggala, kami mohon untuk dipermudah. Kalau memang Tuhan memberikan jalan lain terhadap KRI Nanggala beserta awak kapal yang ada di dalamnya, harapan kami semoga para putera-puteri terbaik Indonesia yang tergabung dalam KRI Nanggala, oleh Allah diterima sebagai pahlawan yang meninggal dengan sebutan syahid maupun syuhada,” kata Badrut.

Seorang Banthe menaruh bunga untuk para ABK KRI Nanggala 402 yang gugur (foto Petrus Riski/VOA)

Seorang Banthe menaruh bunga untuk para ABK KRI Nanggala 402 yang gugur (foto Petrus Riski/VOA)

Badrut Tamam juga mendesak pemerintah lebih memperhatikan seluruh alat utama sistem persenjataan yang dimiliki tentara Indonesia, agar tidak membawa kerugian bagi bangsa Indonesia sendiri. Pemerintah, kata Badrut, juga diharapakan memberi bantuan dan perhatian kepada keluarga seluruh awak kapal yang tenggelam.

“Harapan kami pemerintah nantinya bisa memberikan perhatian lebih kepada seluruh alutsista yang ada di negara kesatuan Republik Indonesia. Alutsista boleh udzur, tetapi ketika perhatian pemerintah itu lebih, itu menjadi benteng pertama kita menghadapi serangan dari luar. Selanjutnya kami mohon nantinya pemerintah untuk bisa lebih perhatian kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan oleh para ABK tersebut,” pungkasnya. [pr/ka]



Sumber Berita

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *