Connect with us

Nasional

Dahulu Dianggap Futuristik, Lalu Mati, Kini Restoran Otomat Hidup Kembali

Dahulu Dianggap Futuristik, Lalu Mati, Kini Restoran Otomat Hidup Kembali


Pada awal abad ke-20, restoran otomat dianggap sebagai bagian dari masa depan. Namun pada tahun 1970-an, semua bisnis restoran otomat itu mati. Kini jaringan restoran Taco Bell sedang bereksperimen dengan mengikuti model restoran otomat, yang memiliki kotak-kotak yang dapat dibuka secara otomatis. Sebuah restoran pangsit di New York juga berencana menerapkan ide tersebut sepenuhnya.

Seorang pelanggan membeli sepotong pizza di sebuah restoran otomat di Philadelphia, Pennsylvania, 1 Desember 1968. (AP)
Seorang pelanggan membeli sepotong pizza di sebuah restoran otomat di Philadelphia, Pennsylvania, 1 Desember 1968. (AP)

Pada puncak popularitasnya pada awal abad ke-20, terdapat sekitar 40 restoran otomat di New York.
Tempat makan tanpa pelayan itu sempat dianggap sebagai restoran masa depan, namun pada tahun 1970-an, mereka tersingkir oleh restoran cepat saji yang berkembang sangat pesat.

Namun kini, di tengah-tengah pandemi virus corona, dua restoran yang berbeda, berupaya menghidupkan kembali tempat makan otomat di New York.

Restoran yang menjual pangsit, the Brooklyn Dumpling Shop di New York mencoba membuat tempat makan otomat kembali menjadi futuristik. Pemesanan makanan hanya melalui ponsel dan ada kotak-kotak berpemanas untuk menyimpan makanan.

Brooklyn Dumpling Shop. (Foto: Facebook/Brooklyn Dumpling Shop)
Brooklyn Dumpling Shop. (Foto: Facebook/Brooklyn Dumpling Shop)

Stratis Morfogen, pemilik restoran pangsit Brooklyn Dumpling, mengatakan, “Apa yang ingin saya lakukan adalah membuat pengalaman pengunjung yang sepenuhnya dikendalikan oleh ponsel pintar Anda, dan itulah bagian yang menarik, yaitu menghidupkan kembali restoran otomat di abad ke-21,” jelasnya.

Bermitra dengan Panasonic, Morfogen berencana untuk membuka restoran otomat pertama yang sukses di New York setelah perusahaan The Horn & Hardart Co, pemilik restoran otomat paling terkenal di New York, bangkrut pada tahun 1990.

Seorang pelanggan membeli secangkir kopi di satu-satunya restoran Horn & Hardart Automat yang masih bertahan di tengah kota Manhattan, New York City, 8 Juni 1987. (AP)
Seorang pelanggan membeli secangkir kopi di satu-satunya restoran Horn & Hardart Automat yang masih bertahan di tengah kota Manhattan, New York City, 8 Juni 1987. (AP)

Morfogen mengatakan, orang-orang tampaknya senang dengan idenya itu. Ia bahkan telah menjual hampir 100 pilihan waralaba, sebelum membuka restoran otomat pertamanya.

Bukan restoran milik Morfogen saja yang berupaya menghidupkan kembali restoran otomat. Jaringan restoran Taco Bell juga melakukan hal serupa.

Brooklyn Dumpling Shop. (Foto: Facebook)
Brooklyn Dumpling Shop. (Foto: Facebook)

Di lokasi barunya di Times Square, New York, Taco Bell kini memiliki apa yang disebut sebagai “kubus” modern. Kubus itu merupakan tempat di mana pembeli mengambil makanan pesanannya.

Kepada Associated Press, Mike Grams, presiden direktur Taco Bell, menjelaskan, “Ini antara lain memang untuk keamanan dan saya ingin menghadirkan pengalaman membeli makanan yang tidak memerlukan kontak sama sekali, Bagi sebagian orang, mereka ingin sendirian saat membeli makanan, sedangkan sebagian lainnya, ingin memberi pelayanan utuh kepada konsumen. Kami ingin menyediakan pelayanan yang terbaik bagi konsumen.”

Grams menambahkan, Taco Bell tidak menganggap keberadaan “kubus-kubus” itu untuk menggantikan karyawannya. Namun Morfogen, pemilik Brooklyn Dumpling Shop, berharap, teknologi restoran otomat akan membantu untuk memotong 10-15 persen jumlah pegawai. Kedua restoran otomat dalam versi baru ini tentu saja menarik perhatian pembeli.

Stratis Morfogen menambahkan, “Banyak orang dan perusahaan-perusahaan yang telah berupaya memperkenalkan kembali restoran otomat dalam 30 tahun terakhir, dan mereka bangkrut. Mereka kemudian mengatakan, lihat, restoran otomat sudah bangkrut. Otomat itu sebagus makanannya. Jika makanan Anda tidak enak, Anda akan gagal, seperti yang lainnya.” [lj/uh]





Sumber Berita

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seputar Covid-19

Teknologi

Advertisement