Gegera Mabuk, Pria Cekik Tetangganya yang Berjualan Kopi hingga Tewas : e-Kompas.ID News - e-Kompas.ID
Connect with us

Headline

Gegera Mabuk, Pria Cekik Tetangganya yang Berjualan Kopi hingga Tewas : e-Kompas.ID News



TUBAN – Sungguh malang nasib Jaelan (58) seorang penjual kopi di Desa Sugiwaras Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban Jawa Timur. Dia tewas usai dianiaya oleh tetangganya sendiri yang diduga tengah mabuk pada Rabu 5 Januari 2021.

Kapolsek Tuban Kota, Iptu Rianto mengatakan bahwa peristiwa penganiayaan tersebut berawal saat pelaku Hendrik Puji Utomo (32) sedang mengendarai sepeda motor di atas trotoar di kawasan Jalan RE Martadinata Tuban. Di mana saat itu korban sedang berjualan kopi di atas trotoar tersebut sehingga menegur pelaku.

Pelaku juga diketahui membunyikan klakson motornya secara ugal-ugalan yang membuat para pembeli kopi Jaelan ketakutan. Bahkan, lanjut dia, pelaku juga menerobos tikar yang menjadi tempat jualan kopi korbannya tersebut.

Tak terima dengan teguran tersebut, pelaku yang tengah terpengaruh minuman keras itu pun marah dan mendatangi korbannya. “Pelaku marah tersinggung saat ditegur melewati tikar di trotoar tempat korban menjajakan kopinya,” ujar Rianto di Mapolsek Tuban Kota, Jawa Timur, Kamis (6/1/2021).

Baca juga: Duel di Bali, Satu Orang Ditusuk Tombak hingga Tembus ke Dada

Keduanya pun terlibat perkelahian, lalu Jaelan jatuh ke laut saat air pasang. Tak hanya itu, korban saat itu juga dicekik oleh pelaku dan kepalanya dimasukkan ke dalam air secara berulang-ulang.

“Dia tidak terima di tegur terus terlibat perkelahian dan jatuh ke laut lalu dicekik sampai meninggal,” ungkap Iptu Rianto.

Baca juga: Perkelahian Pecah di Bus Usai Wanita Tolak Pakai Jilbab

Petugas Polsek Tuban yang mendatangi lokasi kejadian langsung melakukan olah TKP, Jenazah korban pun langsung dibawa ke RSUD dr Koesma Tuban.

Akibat perbuatannya, pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka. Ia dijerat dengan pasal 338 KUHP dengan ancaman di atas 12 tahun penjara.


(fkh)



Sumber Berita

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *