Hamas Minta Justin Bieber Batalkan Konser di Israel : e-Kompas.ID News - e-Kompas.ID
Connect with us

Headline

Hamas Minta Justin Bieber Batalkan Konser di Israel : e-Kompas.ID News



ISRAELKelompok Islam Palestina Hamas telah meminta penyanyi Kanada Justin Bieber untuk membatalkan konsernya yang akan datang di Israel yang disebut negara pendudukan Zionis.

Bieber mengumumkan tanggal tur dunia 2022-nya minggu ini, dengan konser di Tel Aviv yang direncanakan digelar pada Oktober tahun depan.

Pada Kamis (18/11), Departemen Produksi Artistik Hamas mengeluarkan pernyataan, yang dikutip oleh outlet berita Sawa Palestina, “mengutuk dan mencela” penyanyi tersebut. Ia meminta Bieber membatalkan pertunjukan dan “memboikot negara pendudukan Zionis sebagai protes atas kejahatan berulang terhadap rakyat Palestina.”

Baca juga: Inggris Akan Tetapkan Hamas Sebagai Kelompok Teroris

Bieber diketahui telah tampil di Israel beberapa kali. Penampilan terakhirnya di sana adalah pada 2017 di Park HaYarkon – tempat yang sama yang dijadwalkan untuk tahun depan. Sejak pengumuman tanggal tur ‘Justice’, seruan agar dia membatalkan pertunjukan di Tel Aviv telah mendapatkan momentum di media sosial, dengan banyak poster mengutuk penyanyi itu karena mendukung apa yang disebut “negara apartheid.”

Baca juga: Human Rights Watch: Israel Lakukan Kejahatan Perang di Gaza

Beberapa sumber mengatakan jika Bieber akan tiba di Israel setelah tampil di Afrika Selatan. “Justin Bieber benar-benar akan langsung dari Afrika Selatan ke Israel. Dari negara yang memerangi apartheid ke negara yang mempraktikkan apartheid,” keluh seorang pengguna Twitter.


Sebuah petisi yang meminta Bieber memboikot Israel dan mengecualikannya dari turnya telah diluncurkan secara online, dan telah mengumpulkan sekitar 3.700 tanda tangan pada Jumat (19/11).

Pada 2018, penyanyi Selandia Baru Lorde membatalkan konser di Israel, kemudian berterima kasih kepada penggemar karena “mendidik” dia tentang masalah ini. Pada tahun yang sama, artis Amerika Serikat (AS) Lana Del Rey pada awalnya membela keputusannya untuk tampil di negara itu, dengan mengatakan bahwa penampilannya tidak akan menjadi “pernyataan politik.” Namun dia akhirnya mundur dan membatalkan pertunjukan.

Hamas telah ditetapkan sebagai kelompok teroris oleh AS, dan Uni Eropa. Inggris juga menetapkan Hamas sebagai kelompok teroris pada Jumat (19/11).

Sementara itu, pada April 2021, organisasi non-pemerintah internasional Human Rights Watch menyimpulkan dalam sebuah laporan bahwa Israel telah melakukan “kejahatan terhadap kemanusiaan apartheid dan penganiayaan.”



Sumber Berita

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *