Harga Sembako Melonjak, Puan: Harus Ada Strategi Jangka Panjang Atasi Krisis Pangan : e-Kompas.ID Nasional - e-Kompas.ID
Connect with us

Headline

Harga Sembako Melonjak, Puan: Harus Ada Strategi Jangka Panjang Atasi Krisis Pangan : e-Kompas.ID Nasional

[ad_1]

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong pemerintah menyiapkan solusi jangka panjang berupa infrastruktur pangan. Hal itu perlu dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya krisis akibat dampak dari perubahan iklim.

Saat ini, menurut Puan, ancaman krisis pangan sudah mulai terasa. Bisa dilihat dari melonjaknya harga komoditas seperti beras dan gula. Adapun solusi impor komoditas pangan seperti beras dan gula merupakan solusi jangka pendek untuk menjaga ketahanan pangan.

“Krisis pangan menjadi isu yang mewajibkan adanya strategi jangka panjang, seperti menyiapkan infrastruktur pangan yang baik. Serta target pencapaian dalam jangka waktu tertentu guna mengurangi ketergantungan pangan impor,” kata Puan dalam keterangan resminya, Selasa (17/10/2023).

Politikus PDIP itu juga menyoroti pernyataan Organisasi Pangan dan Pertanian atau Food and Agriculture Organization (FAO). Di mana, FAO memprediksi dunia akan mengalami ancaman krisis pangan pada 2050 mendatang dampak perubahan iklim.

Perubahan iklim, kata Puan, sudah sangat menghawatirkan dan menyebabkan berbagai sektor terancam, termasuk sektor pertanian.

“Dalam hal tata kelola pangan, Pemerintah saat ini masih berpegang pada misi Ketahanan Pangan. Seharusnya kita sudah mengacu pada Kedaulatan Pangan untuk menjaga sektor pangan di masa depan,” tuturnya.

“Kedaulatan pangan diperlukan agar rakyat bisa mandiri untuk memproduksi pangan serta bisa menetapkan sistem pertanian, peternakan dan perikanan sendiri,” imbuhnya.


Follow Berita e-Kompas.ID di Google News

Puan menambahkan, perlu sebuah inovasi dan terobosan dari pemerintah guna terciptanya kedaulatan pangan. Misalnya, dengan pemanfaatan keanekaragaman hayati, peningkatan budidaya pertanian, dan konsistensi pelaksanaan perlindungan lahan-lahan pertanian produktif.

“Pemerintah bisa melalui BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional), mengembangkan penelitian bibit dan benih unggul di bidang pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan,” ujarnya.

Puan menambahkan, ancaman krisis pangan bukan hanya di Indonesia. Namun, menjalar ke seluruh belahan dunia. Hal tersebut ditandai dengan lonjakan harga pangan seperti beras dan gula.

“Sistem pangan yang belum betul-betul efektif menimbulkan konflik agraria, kemiskinan, kelaparan, stunting, obesitas, perubahan iklim, dan kerusakan alam,” pungkasnya.

[ad_2]

Sumber Berita

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Copyright © 2025 e-Kompas.ID