KPK Geledah Rumah Dinas Bupati Probolinggo : e-Kompas.ID Nasional - e-Kompas.ID
Connect with us

Headline

KPK Geledah Rumah Dinas Bupati Probolinggo : e-Kompas.ID Nasional



JAKARTA – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah sejumlah lokasi di daerah Probolinggo, Jawa Timur, hari ini. Salah satu lokasi yang digeledah yakni, rumah dinas Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari.

Adapun, penggeledahan di sejumlah lokasi, termasuk rumah Bupati Puput dilakukan untuk mencari bukti tambahan kasus dugaan suap terkait jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Probolinggo, Jawa Timur.

“Hari ini, tim penyidik mengagendakan penggeledahan pada beberapa tempat di wilayah Probolinggo, Jawa Timur. Adapun salah satu tempat yang dilakukan upaya paksa penggeledahan yaitu rumah dinas Jabatan Bupati Probolinggo,” kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Kamis (2/9/2021).

Baca juga: 5 Fakta Kekayaan Bupati Probolinggo, Berapa Jumlahnya?

Ali mengaku belum mendapat laporan lebih rinci terkait hasil penggeledahan di rumah Bupati Probolinggo tersebut. Hingga saat ini, tim masih mencari serta mengumpulkan bukti-bukti tambahan yang diduga berkaitan dengan kasus dugaan jual beli jabatan kepala desa.

“Saat ini Tim masih berada dilapangan dan sedang melakukan pencarian dan pengumpulan bukti yang terkait dengan perkara ini. Perkembangan informasi mengenai kegiatan dimaksud, nantinya akan segera kami sampaikan kembali,” pungkasnya.

Baca juga:  Prihanjoko Jabat Plt Bupati Probolinggo Pasca-Tantri Jadi Tersangka KPK

Diketahui sebelumnya, KPK telah menetapkan Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari dan suaminya, Hasan Aminuddin yang merupakan Anggota DPR RI sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait jual beli jabatan kepala desa di Probolinggo. KPK juga menetapkan 20 orang lainnya yang mayoritas para calon kepala desa sebagai tersangka.

Adapun, 20 orang tersangka lainnya itu yakni, Sumarto; Ali Wafa; Mawardi; Mashudi; Maliha; Mohammad Bambang; Masruhen; Abdul Wafi; Kho’im; Akhmad Saifullah; Jaelani; Uhar; Nurul Hadi; Nuruh Huda; Hasan; Sahir; Sugito; Samsuddin; Doddy Kurniawan; serta Muhamad Ridwan. Mereka mayoritas kepala desa.

Dalam perkaranya, Hasan Aminuddin dan Puput Tantriana diduga mematok harga sekira Rp20 juta ditambah upeti penyewaan tanah kas desa Rp5 juta per hektar, untuk jabatan kepala desa di Probolinggo.

Hasan dan Puput meminta uang suap dari para calon kepala desa melalui camat atau pejabat desa. KPK berhasil menyita uang Rp362,5 juta saat OTT yang diduga merupakan suap dari para calon kepala desa untuk Puput Tantriana dan Hasan.



Sumber Berita

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *