Connect with us

Nasional

Lebih dari 104.000 Kendaraan Diputar Balik di Pos Penyekatan Mudik – Berita Otomotif

Lebih dari 104.000 Kendaraan Diputar Balik di Pos Penyekatan Mudik


WASHINGTON D.C – Studi terbaru memperlihatkan gejala demensia pada seseorang ternyata bisa dideteksi dari perilaku mengemudinya.

 Riset terkini yang dipublikasikan dalam jurnal Geriatrics, menurut Carscoops baru – baru ini, menunjukkan cara mengemudi seseorang dapat menjadi indikator kondisi demensia maupun mild cognitive impairment (MCI). Para ilmuwan dalam penelitian tersebut berhasil memprediksi secara konsisten kedua kondisi di atas, dengan menggunakan data mengemudi serta informasi demografi.

“Berdasarkan variabel – variabel dari data mengemudi maupun karakteristik demografi dasar seperti usia, jenis kelamin, ras/etnisitas, maupun tingkat pendidikan, kita dapat memprediksi MCI dan demensia dengan akurasi hingga 88 persen,” ucap Sharon Di, Lead Author penelitian.

Riset The Longitudinal Research in Aging Drivers (LongROAD) menelusuri 3.000 pengemudi berusia tua dalam kurun empat tahun. Selama masa penelitian itu, 33 di antaranya terdiagnosa mengidap MCI sedangkan 31 lainnya menderita demensia.

Tim ilmuwan lalu ‘melatih’ serangkaian model pembelajaran mesin (machine learning) untuk mendeteksi kondisi medis berdasarkan perilaku mengemudi para subyek penelitian.

perilaku mengemudi bisa menjadi indikasi gejala demensia

Para peneliti masih memiliki ‘pekerjaan rumah’ untuk menyempurnakan metode ini. Pasalnya, akurasi 88 persen didapat dari data informasi demografis, sementara akurasi dari data perilaku mengemudi hanya 66 persen.

Ini karena faktor nomor satu bagi para ilmuwan untuk mendeteksi MCI atau pun demensia adalah usia subyek. Kendati begitu, data perilaku mengemudi tetap mampu berfungsi sebagai penyokong analisis.

Adapun data – data mengemudi yang diambil antara lain ialah berapa banyak perjalanan yang dilakukan dalam jarak 24 km dari rumah, seberapa jauh perjalanan pulang – pergi rumah, durasi per perjalanan, seberapa sering melakukan pengereman berat (hard braking) dengan bobot lebih dari 0,35g.

Dengan jumlah kasus MCI dan demensia yang terbilang sedikit dalam LongROAD Study, tim peneliti berpikir bahwa mereka memerlukan lebih banyak data. Akan tetapi, hasil penelitian saat ini tetap amat berharga.

“Studi kami mengindikasikan perilaku mengemudi bisa digunakan sebagai indikasi komprehensif dan dapat diandalkan untuk (mengetahui) MCI serta demensia. Jika tervalidasi, algoritma yang dikembangkan dari studi ini bisa menyediakan alat screening baru serta tersembunyi selama ini dalam deteksi dini dan manajemen MCI atau demensia pada pengemudi berusia tua,” papar Guohua Li, Akademisi Columbia University maupun penulis senior jurnal kesehatan. [Xan]





Sumber Berita

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seputar Covid-19

Teknologi

Advertisement