Connect with us

Nasional

Longsor di Tambang Emas Sumbar, 7 Tewas

Longsor di Tambang Emas Sumbar, 7 Tewas



Setidaknya tujuh orang tewas dan satu dilaporkan hilang akibat bencana tanah longsor di tambang emas di Solok, Sumatera Barat.

Kantor berita AFP, mengutip Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Fikri, Selasa (11/5), melaporkan hujan deras memicu tanah longsor pada Senin (10/5). Lumpur bercampur batu dan puing-puing membanjir tambang tersebut.

Dalam sebuah pernyataan, BPBD mengatakan “sedikitnya tujuh tewas dan satu hilang.”

Fikri mengatakan tim penyelamat berhasil menyelamatkan sembilan orang dari longsoran lumpur dan menyisir daerah tersebut untuk menemukan penambang yang hilang.

“Awalnya tim penyelamat kesulitan untuk mengevakuasi para korban (untuk dibawa) ke kendaraan penyelamat karena medan di lokasi tersebut menantang,” kata Fikri. Namun, akhirnya semua yang selamat dapat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan darurat.

Bencana tersebut terjadi hanya dua minggu setelah tanah longsor kembali melanda proyek yang dibangun investor China, PLTA Batang Toru, di Sumatera Utara. Peristiwa nahas itu menewaskan 10 orang.

Tiga orang masih hilang dalam peristiwa itu saat tim SAR mengakhiri pencarian pada minggu lalu.

Tanah longsor fatal dan banjir bandang biasa terjadi di Tanah Air selama musim hujan.

Bulan lalu, lebih dari 200 orang tewas di Nusa Tenggara Timur dan Timor Leste ketika Topan Tropis Seroja melanda kawasan itu dan mengubah pemukiman menjadi lahan kosong berlumpur serta menumbangkan pohon-pohon.

BNPB memperkirakan 125 juta orang – hampir setengah dari populasi Indonesia – tinggal di daerah yang berisiko longsor.

Pakar lingkungan mengatakan bencana yang terjadi sering kali disebabkan oleh deforestasi dan perencanaan mitigasi yang buruk. [ah/au/ft]



Sumber Berita

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seputar Covid-19

Teknologi

Advertisement