Masyarakat Masih Awam Perlindungan Data Pribadi di Internet, Ketahui Modus Penipuan Siber - e-Kompas.ID
Connect with us

Nasional

Masyarakat Masih Awam Perlindungan Data Pribadi di Internet, Ketahui Modus Penipuan Siber

[ad_1]

JAKARTA,Saat ini kita hidup di zaman serba digital dan harus lebih hati-hati serta waspada dalam segala aktivitas di internet. Terutama berhubungan dengan tersebarnya data pribadi seseorang yang bisa saja dicuri dan disalahgunakan.

“Perhatikan jejak digitalmu, hal yang sering terjadi juga kita mendownload aplikasi tanpa membaca dulu syarat dan ketentuan hingga ternyata mengizinkan aplikasi mengakses apapun,” kata Benny Daniawan, Dosen Sistem Informasi Universitas Buddhi Dharma saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I, Rabu (7/7/2021).

Lebih lanjut Benny menjabarkan sebab terjadinya pencurian data di dunia digital. Di antaranya karena masyarakat masih awam terhadap perlindungan data pribadi atau bahkan tak sadar telah mengumbarnya.

Masyarakat juga tidak sadar seberapa bahayanya jika data pribadi jatuh ke orang yang salah. Serta adanya kesadaran yang kurang dari pengguna internet.

Padahal ada dampak bahaya potensi ancaman scam berupa tindak penipuan dengan berusaha meyakinkan pengguna. Misalnya phising, yaitu tindakan memancing korban untuk mengarakhan ke situs palsu dan memasukan data pribadi.

“Dampak bahaya lanjutan, bisa disalahgunakan untuk pinjaman online. Telemarketing yang menghubungi langsung dan munculnya sms spam menawarkan pinjaman,” katanya lagi.

Hal yang lebih parah lagi adalah identitas dipakai untuk menipu misalnya mengaku dari pihak bank. Selanjutnya bisa mengaku sebagai teman lama, mengaku sebagai anak atau orang tua korban. Sebab bila pelaku sudah tahu identitas, maka akan mudah untuk menjebak targetnya.

Dampak bahaya lanjutan yang bisa terjadi yaitu pembobolan akun bank, modus ini dilakukan untuk meretas akun What’sApp korban dengan meminta kode OTP.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi.

Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Henry V Herlambang CMO Kadobox, Diena Haryana Founder SEJIWA, dan Dino Hamid Ketua Asosiasi Promotor Musik Indonesia.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety dan digital culture untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

[ad_2]

Sumber Berita

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Copyright © 2025 e-Kompas.ID