Masyarakat Penghasilan Rendah Bisa Dapat Rumah di IKN? Ini Penjelasannya : e-Kompas.ID Economy - e-Kompas.ID
Connect with us

Headline

Masyarakat Penghasilan Rendah Bisa Dapat Rumah di IKN? Ini Penjelasannya : e-Kompas.ID Economy


JAKARTA – Para pengembang diminta untuk membangun hunian khusus masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di IKN.

Kepala Badan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Bambang Susantono mengatakan di dalam draft revisi UU IKN saat ini telah dimasukkan aturan hunian berimbang bagi para pengembang.

Regulasi tersebut nantinya bakal mewajibkan bagi seluruh pengembangan untuk membangun hunian khusus MBR di IKN.

Lebih lanjut, Bambang menjelaskan konsep hunian berimbang ini bertujuan agar para pengembang tidak melulu bangun hunian-hunian kelas menengah atas, yang saat ini memang cenderung lebih banyak di cari oleh masyarakat.

Sebab lewat aturan tersebut, apabila pengembang bangun rumah rumah eksklusif, dua rumah menengah, maka wajib membangun tiga rumah MBR.

Pembangunan rumah MBR itulah yang akan dialihkan ke IKN.

 BACA JUGA:

Sehingga diharapkan rumah-rumah MBR ini akan lebih mudah ditemui di Ibu Kota baru nantinya.

Pertimbangan lain juga menyangkut ketersediaan lahan di IKN masih cukup luas untuk calon investor.

“IKN memang ada prinsip hunian berimbang, jadi para pengembang yang memiliki tunggakan saya sebut tunggakan ya untuk membangun rumah-rumah sederhana,” ujar Bambang di Gedung DPR, Senin (18/9/2023).


Follow Berita e-Kompas.ID di Google News

Menurutnya saat ini kewajiban para pengembang untuk melaksanakan aturan hunian berimbang itu belum banyak dijalankan.

Sehingga potensi untuk menyediakan rumah MBR ini masih terbuka cukup luas dan diharapkan mampu dibangun di IKN.

 BACA JUGA:

Bambang mengungkapkan saat ini regulasi tersebut tengah di godok bersama DPR dan sudah dimasukan kedalam draft revisi UU IKN.

“Kami mengharapkan di dalam revisi UU IKN itu yang 3 rumah tadi untuk MBR itu dapat dibangun di IKN,” lanjut Bambang.

“Karena kalau membangun rumah kan harus 1,2 3 tuh. 1 rumah yang eksklusif, 2 rumah menengah, kemudian harus membangun juga 3 rumah MBR. Tunggakan itu cukup besar di antara pengembang, dan kami mengharapkan di dalam revisi UU IKN itu yang 3 tadi untuk MBR itu dapat dibangun di IKN,” pungkasnya.

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis e-Kompas.ID.com tidak terlibat dalam materi konten ini.



Sumber Berita

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Headline

Masyarakat Penghasilan Rendah Bisa Dapat Rumah di IKN? Ini Penjelasannya : e-Kompas.ID Economy


JAKARTA – Para pengembang diminta untuk membangun hunian khusus masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di IKN.

Kepala Badan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Bambang Susantono mengatakan di dalam draft revisi UU IKN saat ini telah dimasukkan aturan hunian berimbang bagi para pengembang.

Regulasi tersebut nantinya bakal mewajibkan bagi seluruh pengembangan untuk membangun hunian khusus MBR di IKN.

Lebih lanjut, Bambang menjelaskan konsep hunian berimbang ini bertujuan agar para pengembang tidak melulu bangun hunian-hunian kelas menengah atas, yang saat ini memang cenderung lebih banyak di cari oleh masyarakat.

Sebab lewat aturan tersebut, apabila pengembang bangun rumah rumah eksklusif, dua rumah menengah, maka wajib membangun tiga rumah MBR.

Pembangunan rumah MBR itulah yang akan dialihkan ke IKN.

 BACA JUGA:

Sehingga diharapkan rumah-rumah MBR ini akan lebih mudah ditemui di Ibu Kota baru nantinya.

Pertimbangan lain juga menyangkut ketersediaan lahan di IKN masih cukup luas untuk calon investor.

“IKN memang ada prinsip hunian berimbang, jadi para pengembang yang memiliki tunggakan saya sebut tunggakan ya untuk membangun rumah-rumah sederhana,” ujar Bambang di Gedung DPR, Senin (18/9/2023).


Follow Berita e-Kompas.ID di Google News

Menurutnya saat ini kewajiban para pengembang untuk melaksanakan aturan hunian berimbang itu belum banyak dijalankan.

Sehingga potensi untuk menyediakan rumah MBR ini masih terbuka cukup luas dan diharapkan mampu dibangun di IKN.

 BACA JUGA:

Bambang mengungkapkan saat ini regulasi tersebut tengah di godok bersama DPR dan sudah dimasukan kedalam draft revisi UU IKN.

“Kami mengharapkan di dalam revisi UU IKN itu yang 3 rumah tadi untuk MBR itu dapat dibangun di IKN,” lanjut Bambang.

“Karena kalau membangun rumah kan harus 1,2 3 tuh. 1 rumah yang eksklusif, 2 rumah menengah, kemudian harus membangun juga 3 rumah MBR. Tunggakan itu cukup besar di antara pengembang, dan kami mengharapkan di dalam revisi UU IKN itu yang 3 tadi untuk MBR itu dapat dibangun di IKN,” pungkasnya.

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis e-Kompas.ID.com tidak terlibat dalam materi konten ini.



Sumber Berita

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2022 e-Kompas.ID