Connect with us

Headline

Menilik Asal-usul Olimpiade Modern: Berawal dari Kota Kecil nan Sepi di Inggris : e-Kompas.ID Sports


OLIMPIADE telah menjadi salah satu ajang olahraga yang paling dinantikan masyarakat dunia. Sebab, adu gengsi dan kekuatan selalu tersaji di setiap penyelenggaraannya. Tahun ini, Olimpiade 2020 yang sempat tertunda setahun akibat pandemi Covid-19, siap digelar di Tokyo, Jepang.

Sebelum melihat gelaran Olimpiade Tokyo 2020, ada baiknya menilik lebih jauh sejarah munculnya Olimpiade modern. Tak banyak diketahui, Olimpiade modern ternyata berawal dari sebuah kota kecil yang sepi di Inggris, lho!

BACA JUGA: Di Olimpiade Tokyo 2020, 3 Pebulu Tangkis Indonesia Ini Akan Tampil Maksimal

Berkunjung ke Much Wenlock, Shropshire, di Inggis, Anda akan menemukan sebuah kota dengan populasi sekira 3.000 orang. Para warga di sana sangat ramah dan bersahabat.

BACA JUGA: Daftar 28 Atlet Indonesia yang Tampil di Olimpiade Tokyo 2020, Siapa Sanggup Sumbang Medali?

Sulit untuk membayangkan hubungan tempat itu dengan Olimpiade modern, sebuah acara global yang dilihat oleh jutaan orang.

Lalu, siapa pecetus awalnya?

Di abad ke-19, seorang dokter di kota setempat, bernama William Penny Brookes, menyalakan kembali api Olimpiade. Terinspirasi dari Pertandingan Olimpiade Yunani Kuno, dia mendirikan Wenlock Olympian Society.

Olimpiade

Ini bertujuan untuk mempromosikan peningkatan moral, fisik, dan intelektual penduduk kota dan lingkungan Wenlock, terutama kelas pekerja, melalui acara olahraga tahunan.

Diluncurkan pada 1850, Wenlock Olympian Games segera menarik ribuan penonton dan pesaing dari kota-kota lain, termasuk London dan Liverpool (walaupun selalu ada setidaknya satu kegiatan khusus penduduk setempat untuk membuat penduduk senang). Permainan tersebut masih diadakan sampai sekarang, meskipun lebih konvensional.

Di samping olahraga khas perdesaan dan atletik klasik, awalnya pertandingan mencakup hiburan, seperti balapan gerobak dorong dengan mata tertutup, hingga balapan perempuan tua untuk memenangkan satu pon teh.

Yang paling populer dan menarik dari semuanya adalah Tilting at the Ring, yang menurut Emma-Kate Lanyon, kepala koleksi dan layanan kuratorial di Shropshire Council, membutuhkan keterampilan tinggi, saat peserta yang berkuda berupaya memasukan tombak di tangan ke dalam cincin kecil yang digantung dan melepaskannya.

“Pemenangnya menjadi semacam selebriti daerah,” kata Council.

Tapi, apa yang membuat acara ini menginspirasi Olimpiade internasional?

Jalur Olympian sepanjang 1,3 mil di Much Wenlock menceritakan kisah tersebut. Jalur itu melewati pusat kota Inggris klasik dari titik awalnya di Museum Much Wenlock dan Pusat Informasi Pengunjung.

Jalur itu adalah saksi sejarah bagaimana Brookes mendirikan Wenlock Olympian Society, salah satu dari banyak upayanya untuk mempromosikan kesehatan fisik. Dia juga berhasil mengajukan petisi untuk membuat pendidikan jasmani diwajibkan di sekolah-sekolah nasional.

Di jalur itu, kita bisa melihat juga Raven Hotel, yang sekarang memiliki restoran terkenal dengan penghargaan 2 AA Rosette.

Pada 1890, setelah mengunjungi Wenlock Olympian Games dan mendengar mimpi Brookes untuk membangkitkan Olimpiade internasional di Yunani (meskipun upaya itu gagal karena tak disepakati pemerintah Athena) pendidik dan sejarawan Baron Pierre de Coubertin memberikan pidato yang menyatakan mimpi yang sama dengan mimpi Brookes.

Pemuda Prancis itu kemudian mendirikan Komite Olimpiade Internasional pada 1894 dan acara Olimpiade Musim Panas pertama diadakan di ibu kota Yunani pada April 1896, empat bulan setelah Brookes meninggal pada usia 86 tahun.

Makam Brookes di halaman Gereja Paroki Much Wenlock, tepat di seberang tempat kelahirannya, adalah pengingat tragis bahwa ia hidup lebih lama dari empat dari lima anaknya.

Ini adalah titik yang dapat membuat pengunjung merasa sedih, di jalan setapak yang dihiasi dengan plakat dan patung yang melukiskan sejarah Olimpiade Wenlock, dari arak-arakan di jalan hingga diangkatnya anggota kehormatan pertama Society, Petros Velessarios, pemenang perlombaan lari di Athena.

Rute itu berakhir di Museum Much Wenlock dan Pusat Informasi Pengunjung. Lanyon menggambarkan museum itu sebagai “museum kecil dengan cerita besar untuk diceritakan”.

Penjualan global Wenlock, maskot bermata satu yang aneh, tapi menawan dari Olimpiade London, mencampai sembilan juta, dan gambar estafet obor Olimpiade 2012 di kota itu dilihat di mana-mana dari China hingga Meksiko.

Sementara itu, Wenlock Olympian Games versi khusus diadakan dengan melibatkan 2.385 peserta berusia delapan hingga 80 tahun, termasuk empat atlet muda Brasil yang bercita-cita berlaga di Rio 2016.

Olimpiade

Itu adalah momen yang membanggakan bagi penduduk setempat, yang oleh PR dan sekretaris media Wenlock Olympian Society, Mac Bardsley, disebut merasakan “tanggung jawab sejarah” untuk menghormati apa yang dimulai Brookes sekitar 170 tahun yang lalu untuk kepentingan komunitas mereka.

Pertandingan tahunan kota pada bulan Juli masih dilakukan, yang melibatkan orang dewasa dan anak-anak dan biasanya menampilkan sekitar 13 olahraga, yang mencakup atletik hingga panahan.

Ada juga pertandingan tambahan setiap tahun, seperti lomba lari musim gugur yang menantang di Wenlock Edge, dan acara juga diperluas dengan festival seni pada bulan Maret.

Masuknya seni adalah tradisi lain yang diprakarsai oleh Brookes, yang juga mendirikan perpustakaan dan berbagai kelas (termasuk botani dan musik) dalam usahanya untuk memperbaiki pikiran dan juga tubuh.

Meskipun warisan Brookes relatif tidak dikenal di luar kota, keterlibatan global telah tumbuh secara eksponensial sejak 2012. Anggota komite Olimpiade Tokyo mengunjungi Much Wenlock pada tahun 2014 sebagai bagian dari persiapan mereka.

Pameran telah diadakan sejauh ini di Norwegia dan Qatar dan mereka yang baru-baru ini menghubungi petugas arsip Wenlock Olympian Society Chris Cannon adalah ahli sejarah klasik Yunani dan jurnalis Shanghai. Hal ini mendorong arsip digital yang dapat diakses di seluruh dunia.

Namun, bagi mereka yang ingin mengunjungi Shropshire dan menemukan kisahnya secara langsung, tempat ini menawarkan banyak pengalaman berharga di luar Much Wenlock.

Seperti yang dikatakan Andrea Fox, petugas ekonomi turis di Dewan Shropshire, kepada saya, “Berada di perbatasan antara dataran tinggi Wales dan dataran rendah Inggris, [tempat ini] memiliki sejarah kuno yang bergejolak.

Olimpiade

“Hal itu ditandai dengan banyak benteng bukit prasejarah dan kastil abad pertengahan [dan] menawarkan pengunjung perpaduan unik antara warisan alam dan sosial.”

Tempat itu juga sangat indah, dengan hampir seperempat dari wilayah itu diebut sebagai area Perbukitan Shropshire dengan keindahan alam yang luar biasa.

Rute hiking seperti Shropshire Way dan Offa’s Dyke, kata Fox, telah menginspirasi banyak orang mulai dari “putra paling terkenal di daerah itu, Charles Darwin, hingga penulis dan penyair seperti Mary Webb dan Wilfred Owen” – belum lagi ahli geologi Roderick Murchison.

Brookes mungkin tidak dapat bersaing dengan Darwin sebagai “putra paling terkenal” Shropshire. Namun, saat Tokyo 2020 diadakan, kemungkinan warisan dunia yang ia ilhami akan berlanjut selama beberapa dekade mendatang.



Sumber Berita

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *