Merasa Ditipu, Agustin Dulu Sering Sisir Rambut Anak Nia Daniaty di Sekolah : e-Kompas.ID Celebrity - e-Kompas.ID
Connect with us

Headline

Merasa Ditipu, Agustin Dulu Sering Sisir Rambut Anak Nia Daniaty di Sekolah : e-Kompas.ID Celebrity


JAKARTA– Guru Olivia Nathania semasa SMA, Agustin mengklaim sebagai korban muridnya itu. Ia juga merasa sedih dan tidak menyangka bahwa Olivia bisa melakukan tindakan kriminal, yaitu penipuan CPNS jalur khusus dengan membayar senilai Rp10 juta.

Kepada Hotman Paris Agustin mengatakan, ia mempunyai sejumlah bukti yang mengarahkan, bahwa anak Nia Daniaty itu telah menipunya dan ratusan orang lainnya.

“Dia mengaku (perwakilan Olivia) pak Budi dari Biro Kepegawaian (BKN/BD),” ujar Agustin seperti dikutip dari tayangan live Hotman Paris Show di iNews Tv, Kamis (30/9/21).

Korban Anak Nia Daniaty

 BACA JUGA:

– Menangis, Korban Anak Nia Daniaty Tak Menyangka Ditipu Muridnya Sendiri

– Dono Warkop Ulang Tahun Hari Ini, Indro Unggah Foto Lawas

Agustin pun tidak menyanga dirinya ditipu oleh Olivia. Padahal dia menyebut Olivia adalah salah satu murid kesayangannya. Bahkan ia sering menyisir rambut perempuan yang akrab disapa Oi ini, karena jarang dirapikan.

“Oi ini jarang nyisir, saya nyisirin dia,” katanya.

Sambil menangis Agustin mengatakan, bahwa hubungannya dengan Olivia sangatlah dekat. Bahkan ia mengaku sering membela Olivia ketika sedang terkena masalah di sekolah, hingga hampir dikeluarkan.

Kemudian Agustin menyatakan, ingin menyelesaikan masalah ini dengan cara baik-baik dan kekeluargaan. Sebagai guru ia menginginkan tali silaturahmi antara murid, serta guru tetap terjaga.

“Dari awalnya kita baik, akhirnya juga ibu harap bisa baik. Pengen tetap silaturahmi dapat tetap terjalin. Ingat nak, hidup tidak hanya di dunia, kita punya tanggung jawab di dunia dan akhirat,” tuturnya.

Selain penipuan, Olivia juga diduga telah memalsukan surat dari Badan Kepegawaian Negara/Daerah (BKN/BKD). Olivia disebut memanfaatkan surat berlambang garuda dan melakukan rangkaian proses seperti yang dilakukan CPNS resmi, dan menjebak sebanyak 225 korban dengan kerugian mencapai Rp9,7 miliar dengan sangat mulus.



Sumber Berita

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *