JAKARTA – Calon wakil presiden nomor urut 3, Mahfud MD mengingatkan pentingnya melihat rekam jejak calon pemimpin. Pasalnya, banyak yang menebar janji manis namun tidak paham maksudnya.
Hal itu Mahfud sampaikan saat silaturahmi dan halaqoh kebangsaan di Ponpes Abu Syamsuddin, Jalan Sidotopo, Semampir, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (8/2/2024).
“Kalau yang berjanji, baca visi misi, kadang tidak begitu ngerti. Karena ada tim pakar yang membuatkan. Janjinya bagus, tapi terkadang nggak ngerti. Makanya, harus disesuaikan dengan rekam jejaknya,” kata Mahfud.
Mahfud melanjutkan, rekam jejak selama hidup dan karir sang calon, akan menentukan kesesuaian dengan janji dan visi misi yang dituliskannya.
Ia mengambil contoh, kalau mau jadi pemimpin sederhana tetapi hidupnya, bergelimang harta, tanahnya ratusan ribu hektar, rumahnya mewah.
“Janji kalau jadi mau melindungi HAM, gimana wong bermasalah. Mau menegakkan hukum, tapi sering melanggar hukum. Lihat latar belakangnya, hidupnya bagaimana, pernah malakukan apa saja,” ujarnya.
Mahfud menegaskan, pemilu merupakan hajatan yang penting bagi sebuah negara karena menentukan masa depan bangsa. Sebab, bangsa yang kelahiran dan konstitusinya dibidani salah satunya oleh pesantren dan kiai-kiai NU ini, wajib dipertahankan.
Jika negara maju, umat Islam yang mayoritas akan maju dengan sendirinya. Pesantren juga akan maju. Lulusannya banyak yang jadi orang.
Follow Berita e-Kompas.ID di Google News
Dapatkan berita up to date dengan semua berita terkini dari e-Kompas.ID hanya dengan satu akun di
ORION, daftar sekarang dengan
klik disini
dan nantikan kejutan menarik lainnya


You must be logged in to post a comment Login