Persenjataan Canggih Pasukan Jepara di Bawah Ratu Kalinyamat saat Menyerang Portugis : e-Kompas.ID Nasional - e-Kompas.ID
Connect with us

Headline

Persenjataan Canggih Pasukan Jepara di Bawah Ratu Kalinyamat saat Menyerang Portugis : e-Kompas.ID Nasional

[ad_1]

KEKALAHAN atas Portugis di perang pada tahun 1550 tak membuat Ratu Kalinyamat menyerah memerangi. Penguasa perempuan itu kembali mengirim misi keduanya yang lebih besar di tahun 1573. Misi pelayaran kedua ini dicatat sejarah lebih besar dari misi pertamanya.

Raja Johor kembalilah yang memintanya untuk berjihad memerangi Portugis di Malaka. Sang ratu pun cukup bersemangat memberikan perlawanan ke Portugis, tetapi sayang armada Jepara tidak muncul pada waktu yang tepat. Konon keterlambatan ini secara tidak sengaja sangat menguntungkan orang Portugis. Andai kata orang Melayu dan orang Jawa menyerang bersama-sama, Malaka pasti hancur.

Armada dari Jepara baru muncul di Malaka pada Oktober 1574. Memang kali ini armada itu berjumlah lebih besar, terdiri dari 300 kapal layar, 80 jung besar, masing-masing berbobot 400 ton. Awak kapal terdiri atas 15.000 orang Jawa pilihan, dan juga terdapat banyak sekali perbekalan, meriam, dan mesiu. Persenjataan dan prasarananya cukup canggih untuk ukuran teknologi kala itu.

De Graaf pada “Puncak Kekuasaan Mataram : Politik Ekspansi Sultan Agung”, mengisahkan armada Ratu Kalinyamat itu memulai serangan dengan tembakan salvo yang seolah-olah hendak membelah bumi. Keesokan harinya jenderal Jawa mendaratkan pasukannya dan menyuruh menggali parit-parit pertahanan. Tetapi sebuah serangan yang dilakukan Portugis sangat mengecilkan hati pasukan Jawa.

Sewaktu armada Jawa diserang 30 jung besarnya terbakar. Mereka kemudian membatasi gerak dengan membangun blokade di laut berupa rintangan-rintangan tinggi. Pihak Portugis baru berhasil menembus rintangan ini setelah melakukan serangan berkali-kali.

Setelah itu pasukan Jawa bersedia mengadakan perundingan, tetapi yang melakukannya bukanlah jenderal mereka, melainkan seorang rohaniwan yang konon disebut datu. Tuntutan orang Portugis dianggap terlalu berat dan ditolak, tetapi, perundingan berjalan terus.

Setelahnya orang Portugis dapat merampas enam kapal Jawa yang penuh dengan bahan makanan kiriman dari Jepara. Pasukan Jawa yang semula merupakan pihak pengepung, secara berangsur-angsur menjadi pihak yang dikepung.


Baca Juga: 5 Tips Mengatasi Kulit Kusam, agar Terlihat Lebih Sehat


Follow Berita e-Kompas.ID di Google News

Mereka terpaksa segera melakukan gerakan mundur, sehingga memberi kesempatan kepada orang Portugis untuk menyerang, dan menimbulkan kerugian lebih berat di pihak pasukan Jawa. Pada saat itu, kekhawatiran akan kembalinya orang Aceh yang tidak begitu disukai oleh orang Jawa itu merupakan faktor penting.

Di sekitar Malaka saja dapat ditemukan 7.000 makam orang Jawa, tetapi kekalahan seluruhnya diperkirakan sebesar dua pertiga dari kekuatan angkat dari Jepara. Pengepungan atas pasukan Portugis berlangsung tiga bulan. Demikianlah Ratu Jepara sampai 1574, bukan saja kaya raya, tetapi juga sangat berkuasa.

Perhatian sang ratu tertuju karena ada hubungan ikatan ekonomi antara kota dagang Malaka dengan Jepara. Apalagi pelabuhan besar seperti Malaka dibutuhkan pengekspor beras yang dibutuhkan Malaka.

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis e-Kompas.ID.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

[ad_2]

Sumber Berita

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Copyright © 2025 e-Kompas.ID