Polri: Belum Ada Pengajuan Penangguhan Penahanan Ferdinand Hutahaean : e-Kompas.ID Nasional - e-Kompas.ID
Connect with us

Headline

Polri: Belum Ada Pengajuan Penangguhan Penahanan Ferdinand Hutahaean : e-Kompas.ID Nasional



JAKARTA – Polri menyatakan sampai dengan saat ini tersangka kasus dugaan ujaran kebencian Ferdinand Hutahaean maupun pengacaranya belum mengajukan penangguhan penahanan.

“Belum ada (pengajuan penangguhan penahanan),” kata Juru Bicara Divisi Humas Polri, Kombes Hendra Rochmawan dalam jumpa pers dikantornya, Jakarta Selatan, Selasa (11/1/2022).

Hendra menuturkan, jika nantinya akan ada pengajuan penangguhan penahanan, pihaknya tidak akan serta merta mengabulkan permohonan tersebut.

Baca juga:  Polri Kembali Periksa Ferdinand Hutahaean Dalam Kasus Dugaan Ujaran Kebencian

Menurutnya, akan ada tim yang mendalami, mengkaji dan memutuskan terkait dengan permohonan penangguhan penahanan.

“Kalau nanti ada pengajuan, nanti akan kita konfirmasikan dan kita assessmen oleh yang bersangkutan. Ada tim sendiri yang akan menilai,” ujar Hendra.

Baca juga:  Perjalanan Kasus Ferdinand Hutahaean: Ujaran Kebencian Berujung Jeruji Besi

Untuk saat ini, Hendra menekankan, penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri masih fokus untuk melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap eks Politukus Partai Demokrat tersebut.

“Kami masih fokus pada pemeriksaan lanjutan yang tadi malam sempat tertunda,” ucap Hendra.


Diketahui, Direktorat Tindak Pidana Siber (Dit Tipidsiber) Bareskrim Polri resmi menetapkan Ferdinand Hutahaean sebagai tersangka ujaran kebencian. Ia juga telah ditahan di Rutan Bareskrim Polri.

Sejauh ini, polisi telah memeriksa saksi sebanyak 38 saksi terkait kasus ujaran kebencian yang menjerat Ferdinand Hutahaean. Jika dirincikan, saksi-saksi tersebut terdiri dari 17 saksi dan 21 saksi ahli.

Atas perbuatannya Ferdinand dijerat dengan Pasal 14 ayat (1) dan (2) KUHP dan Pasal 45 ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Pasal itu berkaitan dengan pelanggaran tersangka yang diduga bermuatan ujaran kebencian yang berpotensi menimbulkan keonaran.



Sumber Berita

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *