SOLO – Wakil Wali Kota Surakarta, Teguh Prakoso mengatakan warga masyarakat Kota Solo merasa kehilangan seorang tokoh penting atas wafatnya paman Presiden Joko Widodo (Jokowi), H. Miyono Suryosardjono pada usia 82 tahun.
“Saya mendapat kabar dari Dandim 0735 Surakarta usai menghadiri acara Partai Golkar, di Solo, pada pukul 20.00 WIB dan saya langsung ke rumah duka Pak Miyono,” kata Teguh Prakoso saat hadir melayat di rumah duka di Gondang, Solo, Jawa Tengah, Minggu (27/2/2022).
Menurut Teguh, Pemerintah Kota Surakarta berduka cita dan merasa kehilangan seorang tokoh karena termasuk yang memberi andil besar menyukseskan Presiden Jokowi mulai dari Wali Kota Surakarta kemudian Gubernur, dan sekarang menjadi Presiden.
“Pak Miyono tokoh utama dalam menyukseskan Pak Jokowi. Kami warga masyarakat Surakarta sekali lagi merasa kehilangan dan berduka cita,” katanya.
Baca juga: Jenazah Paman Presiden Jokowi Akan Dimakamkan di Astana Keluarga Mundu
Dia menambahkan bahwa Presiden Jokowi sempat menjenguk pamannya sebelum wafat pada malam ini. Saat itu, lanjut dia, Jokowi sudah meminta pamannya untuk dirawat di rumah sakit, namun almarhum Miyono menolak.
“Harapan kami kehadiran Pak Presiden yang sehari sebelumnya sudah menengok Pak Miyono dan sempat meminta agar dibawa ke rumah sakit, tetapi beliau yang tidak mau,” katanya.
Baca juga: Kabar Duka, Paman Presiden Joko Widodo Wafat
Dia mengatakan rencana pemakaman almarhum Pak Miyono di Astana Keluarga Mundu Jalan Raya Solo-Purwodadi KM 9 Karanganyar, pada Senin 28 Februari 2022, sekitar pukul 11.00 WIB.


You must be logged in to post a comment Login