JAKARTA – Presiden Jokowi sempat memberi instruksi mempercepat pengerjaan Proyek Strategis Nasional (PSN). Namun progresnya bukan semakin cepat tapi jalan di tempat.
Seperti proyek Kereta Semi Cepat Jakarta-Surabaya. Jokowi sudah memerintahkan untuk segera membangun proyek kereta semi cepat Jakarta-Surabaya pada 2019. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi usai bertemu kepala negara.
Kala itu, proyek kereta semi cepat Jakarta-Surabaya dikatakan sudah memasuki tahap uji kelayakan (feasibility study). Di mana tahap tersebut diharapkan akan mulai di 2022 dan selesai 2026.
“Tapi tadi presiden secara umum meminta semua pekerjaan itu dipercepat,” ujar Budi saat dijumpai di Istana Negara, Rabu 20 November 2019.
Adapun dana investasi untuk kereta cepat tersebut diharapkan sebesar Rp60-Rp100 triliun. Hanya saja nominal investasi ingin terus dioptimalkan, karena dalam pembangunannya harus dipastikan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKD)
“Pertama TKDN harus ditingkatkan, kedua kontraktor Indonesia harus dilibatkan, dan ketiga bagaimana kita alih teknologi dilakukan harus lebih cepat,” lanjut Budi.
Namun seiring berjalannya waktu, bukannya progres semakin meningkat tapi proyek ini malah dicoret dari daftar PSN tahun ini.
Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang, Kementerian Bidang Perekonomian Wahyu Utomo mengatakan, alasan dicoretnya proyek kereta semi cepat Jakarta-Bansung dan 11 proyek lainnya karena tidak menunjukkan progresnya setidaknya hingga akhir semester II 2023 yang lalu. Sehingga hal tersebut dianggap bakal membuat penyelesaian proyek bakal molor dari target yang ditetapkan.
“Berdasarkan hasil evaluasi kita kemarin, sampai dengan semester II/2024 kayaknya belum berprogres, sehingga kemarin dari kementerian teknisinya dan arahan dari pak Presiden untuk keluar dari daftar PSN,” ujar Wahyu Utomo.
Meski dicoret dari daftar PSN, tidak menutup kemungkinan untuk proyek tersebut akan dikerjakan berikutnya, namun memang proyek yang tidak masuk dalam daftar PSN tidak mendapatkan keringanan untuk masalah pembebasan lahan yang ditanggung oleh LMAN (Lembaga Manajemen Aset Negara).
Bila melihat progres sebelumnya, kereta semi cepat Jakarta-Surabaya sudah masuk tahap studi. Di mana progres ini ditargetkan selesai tahun ini.
Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Djarot Tri Wardhono mengatakan pihaknya masih menyiapkan studi kereta cepat semi cepat dari Jakarta ke Semarang dan Surabaya.
Djarot menjelaskan, nantinya kereta semi cepat Jakarta Semarang merupakan bagian dari pada kereta semi cepat Jakarta-Surabaya. Hal itu berdasarkan kajian yang sudah dilakukan hingga saat ini.
“Saat ini masih kajian, studinya sampai periode ini lah, sampai 2024 rencananya (selesai),” ujar Djarot.
Follow Berita e-Kompas.ID di Google News
Dapatkan berita up to date dengan semua berita terkini dari e-Kompas.ID hanya dengan satu akun di
ORION, daftar sekarang dengan
klik disini
dan nantikan kejutan menarik lainnya


You must be logged in to post a comment Login