JAKARTA – Migrant Care mengungkapkan beberapa temuannya dalam pelaksanaan pencoblosan di tempat pemungutan suara luar negeri (TPSLN) Hongkong.
Koordinator Pengelolaan Pengetahuan data dan Publikasi Migrant Care, Trisna Dwi Ariesta menyebutkan, pihaknya menemukan temuan kekecewaan dari para pekerja Hong Kong yang tidak bisa menggunakan hak pilihnya. Kekecewaan itu pun kemudian diungkapkan dalam sebuah video.
“Jadi dalam satu video ini sengaja kami ambil secara otentik bahwa mereka menyatakan dalam peralihan dari metode pos, itu surat mereka tidak sampai ke alamat mereka,” kata Trisna saat konferensi pers Jaga Pemilu di kawasan Jakarta Selatan, Sabtu (24/2/2024).
“Padahal alamat mereka telah melakukan coklit, merema telah tidak pernah pindah majikan, alamat mereka tetap sama dalam kurun waktu 12 tahun, bahkan 17 tahun, tapi surat suaranya tidak datang,” sambungnya.
Temuan Migrant Care lainnya, yakni TPSLN Hong Kong yang bagi-bagi makanan bagi para pemilih. Hal itu dilakukan di kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) yang di mana menjadi lokasi pemungutan suara.
“Jadi orang telah memilih, ada satu kotak makan gratis dibawa pulang, makan siang berarti ya” ujarnya.
Menurutnya, pembagian makanan gratis bagi pemilih merupakan hal yang aneh.
“Ini cukup aneh dalam satu penyelenggaraan pemilu. Bahkan di LN di negara manapun saya belum pernah menemukan ini juga, bahwa ada anggaran yang dialokasikan khusus untuk makan siang untuk konsumsi pada pemilihnya,” ucapnya.
Follow Berita e-Kompas.ID di Google News
Dapatkan berita up to date dengan semua berita terkini dari e-Kompas.ID hanya dengan satu akun di
ORION, daftar sekarang dengan
klik disini
dan nantikan kejutan menarik lainnya
(kha)


You must be logged in to post a comment Login