JAKARTA- Sebuah kolaborasi terbentuk antara komunitas Langit Biru Pertiwi, relawan Progresif, komunitas Penguin, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Ronny Talapessy, untuk mengembalikan keasrian Jakarta dari Alat Peraga Kampanye (APK) pada masa tenang Pemilu 2024.
Inisiatif ini, digagas oleh Nadia Mulya dari Langit Biru Pertiwi bersama para pegiat lingkungan lainnya dari relawan komunitas yang bergabung pada kampanye ini.
Diketahui, Langit Biru Pertiwi rutin menggelar aksi beach clean up maupun bersih-bersih lokasi lainnya serta mengedukasi masyarakat terkait pelestarian lingkungan dan mitigasi dampak climate change.
“Di sini kami berkumpul bukan untuk partai atau paslon tertentu, tetapi untuk bumi. Kami terganggu melihat banyaknya limbah APK yang berserakan,” ujar Nadia, Kamis (8/2/2024).
“Inilah saatnya kita bersatu, tidak hanya mengembalikan kebersihan, tapi juga mengubah limbah menjadi sesuatu yang berguna,”sambungnya.
Kegiatan ini kata dia, bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang bersih sehingga menciptakan suasana kondusif menjelang Pemilu 2024. “Jelang Pemilu maka mari kita bersih-bersih APK demi suasana kondusif bangsa,” tutupnya.
Sementara itu, Sekretaris Humas Progresif, Andrian Wanabakti Cader menjelaskan, kegiatan pembersihan ini merupakan arahan dari direktur Nasional Progresif, Eka Sastra untuk menyebarkan kampanye hijau sebagai bentuk tanggungjawab terhadap kebersihan lingkungan setelah Pemilu.
“Kami terlibat pada aksi Kampanye Hijau ini karena resah melihat banyaknya APK yang mengotori jalan-jalan, pantai hingga pohon,” jelas Andrian.
Selain mengumpulkan limbah APK, mereka akan mengundang masyarakat dan media untuk memberikan eksposur yang luas sehingga publik dapat terlibat terhadap aktivitas lingkungan di sekitar mereka.
“Dengan mengundang masyarakat luas dan media, kami ingin menunjukkan bahwa kolaborasi ini bukan hanya tentang pembersihan, tapi sebuah gerakan untuk kesadaran lingkungan,” jelas Andrian dari relawan dari Progresif.
Salah satu inovasi yang diperkenalkan dalam kampanye ini adalah penggunaan limbah APK menjadi produk daur ulang yang bernilai.
“Kami terinspirasi oleh pesan Almarhum Doni Monardo, ‘Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita’. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk mengubah limbah APK menjadi tote bag yang akan digunakan dalam aksi ini,” terang Andrian.
Hasil limbah APK akan dibawa ke lokasi pengolahan lebih lanjut dan dibuat menjadi tote bag serta Gate BNPB dari material daur ulang, sebagai simbol perlindungan dan kepedulian terhadap lingkungan.
Follow Berita e-Kompas.ID di Google News
Dapatkan berita up to date dengan semua berita terkini dari e-Kompas.ID hanya dengan satu akun di
ORION, daftar sekarang dengan
klik disini
dan nantikan kejutan menarik lainnya


You must be logged in to post a comment Login