Kasus Covid di 155 Kabupaten Kota Melonjak, Satgas: Gas dan Rem Dilakukan Sesuai Dinamika : e-Kompas.ID Nasional - e-Kompas.ID
Connect with us

Headline

Kasus Covid di 155 Kabupaten Kota Melonjak, Satgas: Gas dan Rem Dilakukan Sesuai Dinamika : e-Kompas.ID Nasional



JAKARTA – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin melaporkan saat ini sebanyak 155 kabupaten/kota di Indonesia mengalami kenaikan kasus Covid-19. Hal ini diungkapkan Budi dalam Konferensi Pers Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, kemarin.

Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19, Alexander K Ginting pun menegaskan bahwa lonjakan kasus Covid-19 masih rentan terjadi. Untuk itu, kebijakan injak rem dan injak gas akan dilakukan sesuai dinamika yang terjadi di masyarakat.

Alex mengatakan bahwa pelonggaran PPKM juga harus menjadi kewaspadaan dan tidak melampaui euforia karena potensi lonjakan kasus Covid-19 masih bisa terjadi.

“Bahwa memang benar banyak daerah yang memasuki PPKM level 1. Dan ini berakibat terjadi pelonggaran, tapi pelonggaran ini jangan membuat kewaspadaaan menjadi turun menjadi euforia. Yang penting bagi kita sekarang adalah bahwa kewaspadaan, readiness, preparedness itu harus melampaui euforia yang ada,” ungkapnya dalam keterangannya, Selasa (9/11/2021).

Baca juga: Waspada! Menkes Ungkap Kenaikan Kasus Covid-19 di 155 Kabupaten/Kota

Oleh karena itu, kata Alex, masyarakat masih mengerti dan memahami bahwa ancaman itu masih ada. “Dan lonjakan-lonjakan itu masih bisa terjadi, kalau kita tidak waspada,” ujar dia.

Selain itu, Alex meminta agar tidak hanya masyarakat tetapi juga petugas yang melakukan pengawasan dan pengendalian harus waspada.

“Kalau memang harus regulasinya menyatakan karantina 5 hari, ya 5 hari. Kalau 3 hari, ya 3 hari. Kalau memang dia harus melewati satu perjalanan dengan rapid tes Antigen dan vaksinasi harus dua kali, ya dua kali,” kata Alex.

“Demikian juga protokol kesehatan, bahwa jangan sampai terjadi kerumunan kendatipun mall sudah dibuka 100%, pengawas dan pengendali harus bisa melihat kalau terjadi kerumunan itu harus dicairkan, diuraikan, jadi jangan didiamkan,” tambahnya.



Sumber Berita

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *