Kisah Aneh Dukun Saat Umrah, Tak Bisa Lihat Kakbah Padahal Berdiri di Depannya : e-Kompas.ID News - e-Kompas.ID
Connect with us

Headline

Kisah Aneh Dukun Saat Umrah, Tak Bisa Lihat Kakbah Padahal Berdiri di Depannya : e-Kompas.ID News



JAKARTA – Melaksanakan ibadah umrah tentu menjadi pengalaman yang tidak terlupakan dari setiap invidu, namun bagaimana jadinya saat tiba di sana, tidak dapat merasakan bedanya antara berada di Makkah dengan di Indonesia? Inilah yang dialami oleh seorang dukun yang menjalankan ibadah umrah.

Pengalaman ini diceritakan oleh Muhammad Sofi AW di akun YouTube pribadinya yang sudah ditonton satu juta kali. Sambil menelusuri jalan di sana dan menunjukkan suasana di sekitar sana, ia mulai menceritakan tentang pengalaman yang ia temui langsung saat mengantarkan jamaah umrah.

BACA JUGA: Jamaah Indonesia Belum Bisa Umrah, Wakil Ketua MPR: Pemerintah Harus Bisa Yakinkan Saudi

Menurutnya ini adalah pengalaman terunik yang pernah ia temui selama mengantar jamaah umrah sejak 2009 .

Jamaah umrah ini mengaku meskipun sudah berada di Madinah hingga di kota suci Mekkah tetapi tidak merasa ada di sana. Malah merasa tetap berada di Indonesia.

Hari pertama sampai, jamaah ini mengatakan untuk diantar pulang, “Saya minta pulang Ustadz, tolong anterin ke rumah,” dengan alasan kasihan keluarganya akan mencari dia karena sudah beberapa hari tidak pulang ke rumah.

BACA JUGA: 12 Ribu Jamaah dari 10 Negara Sudah Jalankan Ibadah Umrah

Muhammad Sofi AW, yang mengunggah video tersebut, mengatakan kepada jamaah itu, “Bapak, bapak ini sudah sampai di Madinah, kalau Bapak mau pulang ya harus beli tiket baru.”

Uniknya, sang jamaah tetap merasa masih berada di Indonesia dan dengan yakin mengatakan, “di Madinah gimana? Ini saya biasa lewat di depan hotel ini naik ojek.”

Pernyataan jamaah ini sontak membuat Sofi AW merasa kaget dan mempertanyakan apakah sebelumnya sudah pernah datang ke Madinah. Ternyata, belum pernah.

Sofi AW kembali meyakinkan bahwa bapak itu memang sudah berada di Madinah, namun dia tetap tidak percaya. Selain Sofi AW, teman-teman rombongan dan keluarganya juga sudah mencoba memberitahu dan hasilnya pun sama.

Untuk meyakinkan jamaah tersebut, dia dibawa sholat maghrib di Masjid Nabawi sambil diperlihatkan kondisi di sekitarnya yang jelas berbeda dengan Indonesia.

Lucunya, saat jamaah itu melihat orang-orang berjubah putih dengan jenggot panjang, dia beranggapan mereka adalah tamu-tamu negara yang datang ke salah satu masjid di daerah asalnya. Dia tetap belum menyadarinya, meskipun dia juga sudah membawa satu botol berisi air zamzam, dia tetap tidak yakin berada di Madinah.

Kisahnya tidak berhenti di situ, dia bahkan sempat hilang dan ditemukan oleh seorang penjaga restoran yang berasal dari Indonesia, karena bersikeras ingin pulang tapi tidak diantar-antar.

Bahkan ia juga tidak bisa melihat Kakbah yang ada di depannya. Ia tetap tidak merasa berada di kota suci Makkah.

Mengantisipasi hilang kembali jamaah umroh tersebut, ia akhirnya harus menggunakan kursi roda saat sedang melaksanakan thowaf sa’i. Anehnya, lagi-lagi saat itu ia merasakan hanya sedang berkeliling naik sepeda tanpa menyadari sebenarnya ia sudah berada di Makkah.

Saat dia melaksanakan salat asar di Masjidil Haram dengan posisi tepat di depan Ka’bah, bapak ini merasa itu hanyalah sebuah gambar yang sedang ia lihat.

Usut punya usut, ternyata jamaah ini diberangkatkan umroh oleh salah satu pejabat dari kota asalnya yang sebelumnya pada saat pemilu sudah berjanji jika diterima akan memberangkatkan umroh masyarakat di sana. Meskipun tidak disebutkan secara pasti jumlah total yang diberangkatkan.

Teman satu kamarnya yang juga merupakan tetangga di kampung jamaah ini mengatakan bahwa dia adalah seorang paranormal atau dukun.

Melihat latar belakang dirinya, Sofi AW merasa mungkin ini semua karena bukan dari kemauan hatinya untuk datang ke Baitullah melaksanakan ibadah umrah sehingga dia tetap merasa berada di Indonesia. Bahkan ia tetap meramal di tengah perjalanannya melaksanakan ibadah umrah.

Hal yang menarik perhatian adalah dukun tersebut meramal dengan isi ramalan yang sama, yaitu “cinta pertamanya gagal”. Seperti yang dia sampaikan kepada petugas restoran, petugas catering, dan Muhammad Sofi AW.

Sofi AW sendiri mencoba untuk menasehati bapak ini agar meninggalkan pekerjaannya sebagai dukun. Namun, jamaah ini merasa tidak terima.

Akhirnya, Bapak ini baru sadar ketika mau pulang setelah melaksanakan thowaf wada.

“Alhamdulillah ya, akhirnya kita sampai juga ke kota suci Mekkah.” Kata jamaah umroh ini saat hendak mau pulang dari Makkah.

Video yang disukai oleh lebih dari 10.000 pengguna itu, menjadi pengingat bagi para netizen di mana sebagian besar dari netizen menuliskan komentarnya dengan berharap bisa dijauhkan dari pengalaman yang dialami oleh jamaah tersebut.



Sumber Berita

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *